Wednesday, 14 November 2018

Kopi Luwak Dapat Saingan dari Kopi Gajah

Rabu, 10 Juni 2015 — 20:52 WIB
Kopi dipilah dari kotoran gajah

Kopi dipilah dari kotoran gajah

KOPI luwak kini mendapat saingan baru dari Thailand. Namanya Kopi Gajah. Di ujung utara Thailand dekat perbatasan dengan Myanmar dan Laos, seorang warga Kanada memanfaatkan saluran pencernaan gajah untuk menghasilkan kopi berharga mahal.

Blake Dinkin, pria 44 tahun ini menciptakan bidang usaha yang memadukan antara konservasi lingkungan dan bisnis. “Ketika saya menjelaskan rencana proyek kepada para pawang gajah, saya tahu mereka mengira saya gila,” katanya kepada france24.com. Dianggap gila tidak membuatnya berhenti. Dengan kerja kerasnya, dia mendirikan Black Ivory Coffe.

Awalnya dia mempertimbangkan menggunakan luwak untuk menghasilkan kopi luwak. Namun, karena tingginya permintaan kopi luwak, kualitasnya semakin menurun. Selain itu, luwak sering kali dikurung dalam kandang dan dipaksa makan biji kopi agar menghasilkan kopi luwak. Cara yang menurut Blake Dinkin merusak lingkungan.

Singa dan jerapah pernah dipertimbangkan sebagai pengganti luwak tapi akhirnya Dinkin memilih gajah setelah mengetahui binatang ini kadang memakan kopi saat musim kering melanda Asia Tenggara. Tapi membuat kopi gajah tidaklah mudah.

“Saya pikir semudah memberikan biji kopi ke gajah dan akan menghasilkan kopi yang hebat,” kata Dinkin. Menurutnya, kopi hasil percobaan awal sangat buruk dan tidak bisa diminum. “Saya membutuhkan sembilan tahun hingga akhirnya saya tahu cara mendapatkan kopi gajah sesuai yang diinginkan,” ujarnya.

Dinkin mengatakan, enzim di lambung akan memasak biji kopi bersama dengan dedauan dan buah yang disantap gajah. Dan setelah menjalani proses pencernaan selama 17 jam, biji-biji kopi yang telah hilang rasa pahitnya keluar bersama kotoran.

Untuk mendapatkan satu kilogram kopi gajah, diperlukan sekitar 33 kilogram biji kopi. Salah satu penyebab banyaknya biji kopi yang dibutuhkan adalah karena kadang gajah buang kotoran saat mandi di
sungai.

Langkanya kopi gajah membuat harga kopi unik ini melambung, sekitar 1.880 dollar Amerika Serikat per kilogram.

Kini, kopi gajah telah membantu perekonomian wilayah pedalaman Thailand yang selama ini menjadi jalur penyelundupan narkoba.

Organisasi penyayang binatang pun turut senang karena satwa langka ini membantu mendapatkan uang guna membayar perawatan dan fasilitas mereka.(daus)