Saturday, 17 November 2018

KPK Kembali Tetapkan Mantan Walikota Makassar Tersangka

Rabu, 10 Juni 2015 — 20:17 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS)  tersangka kasus dugaan korupsi kerjasama rehablitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012, Rabu (10/6).

Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK, Johan Budi menerangkan, penetapan Ilham sebagai tersangka untuk kedua kalinya ini merupakan jawaban dari langkah KPK atas putusan praperadilan yang dimenangkan Ilham.

“Dari hasil rapat pimpinan, dan diskusi dengan biro hukum, tim penindakan, penyidik, dan jaksa KPK lalu diputuskan perlawanan yang dilakukan KPK terkait putusan praperadilan IAS adalah menerbitkan sprindik (Surat Perintah Penyidikan) yang baru,” katanya, Rabu (10/6).

Sebelumnya, status tersangka telah disandang Ilham bersama Direktur Utama PT Traya Tirta, Hengki Widjadja, terkait kasus serupa. Namun hakim tunggal Yuningtyas Upiek Kartikawati menganulir status tersangka itu dalam sidang gugatan praperadilan  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Johan mengklaim, pihaknya telah melaksanakan putusan praperadilan tersebut. Hal itu, dibuktikan dengan mencabut sprindik lama atas nama Ilham dan mengembalikan sejumlah dokumen yang pernah disita dari Ilham.

Namun, lanjut Johan, KPK tidak bisa melepaskan Ilham begitu saja. Terlebih, menurut dia, setelah mempelajari salinan putusan PN Jaksel, ditemukan adanya hal-hal yang memungkinkan untuk kembali menjerat Ilham sebagai tersangka.

“Kami menghormati putusan hakim. KPK sudah mencabut sprindik lama Pak Ilham. Karena ada bukti permulaan yang cukup, maka kami sepakat keluarkan sprindik baru,” imbuhnya.

Dalam kasus tersebut Iham diduga melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, digubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha memaparkan, sejumlah barang bukti sitaan terkait kasus Ilham, dikembalikan oleh penyidik, Selasa (9/6), ke kantor PDAM Makassar dan kantor PT Traya Makassar. Pengembalian dilakukan atas perintah putusan praperadilan.

“Namun dengan dikeluarkannya Sprindik baru, barang bukti itu kami sita kembali,” ujarnya.

Plt Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji menyatakan, selain kembali menjerat Ilham sebagai tersangka, terkait putusan praperadilan Ilham, KPK juga masih mempertimbangkan upaya hukum lanjutan semisal kasasi ke Mahkamah Agung (MA), atau peninjauan kembali (PK).

“Sejauh ini, KPK masih mempertimbangkan, langkah hukum apa yang tepat untuk menepis putusan hakim tunggal Upiek,” ucapnya. (yulian