Saturday, 20 October 2018

Pegawai KPK Didorong Ikut Seleksi Calon Pimpinan

Rabu, 10 Juni 2015 — 0:18 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kunjungan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Campim KPK) 2015-2019, di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/6). Dalam pertemuan yang digelar tertutup itu, mereka membicarakan kualifikasi dan kriteria yang harus dimiliki Pimpinan KPK di masa mendatang.

“Tadi diskusi atau penjelasan bagaimana situasi KPK saat ini, lalu kualifikiasi dan kriteria seperti apa yang dibutuhkan KPK pada periode yang akan datang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, didampingi Plt Wakil Ketua KPK, Johan Budi, Ketua Pansel Capim KPK, Destry Damayanti, dan Jubir Pansel Capim KPK, Betti Alisjahbana.

Ruki menambahkan, diskusi itu sekaligus  mendalami pertemuan perwakilan KPK dengan Pansel Capim KPK pada pekan lalu. Dalam pertemuan sebelumnya, menurut Ruki, juga sebenarnya sudah dibahas mengenai kriteria yang harus dimiliki Pimpinan KPK di masa mendatang.

“Dari sisi teoritis hasil kajian dari litbang sudah disampaikan pada Pansel yaitu 17 kompetensi yang harus dimiliki Pimpinan KPK,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ruki sempat berkelakar bahwa pimpinan yang memenuhi 17 kriteria itu bukanlah manusia biasa. “Tentunya bukan orang, karena kalau orang punya 17 kompetensi itu sudah manusia super itu,” ucapnya sambil tertawa.

Meski demikian, ia berharap nantinya  pimpinan lembaga antirasuah yang terpilih mampu membuat keputusan secara kolektif.‎ Sebab, setiap kebijakan di internal KPK, semisal penetapan tersangka, penahanan maupun perihal lain ditentukan oleh suara bersama. “Tapi harapannya adalah 5 pimpinan secara kolegial,” sambungnya.

Ruki pun menegaskan, pihaknya siap membantu Pansel menelusuri rekam jejak dari para kandidat. Meski pada akhirnya, daftar nama calon pimpinan dari hasil seleksi akan diserahkan dan kemudian diputuskan oleh DPR.

“KPK juga menjanjikan kepada pansel untuk bantu sepenuhnya termasuk mendalami rekam jejak para kandidatnya kalau sudah mengerucut,” imbuhnya.

Ruki pun membuka peluang bagi pegawai KPK untuk mencalonkan diri sebagai calon pimpinan. Sebab, pendaftaran calon pimpinan sifatnya terbuka untuk umum.

“Jadi menurut saya, siapapun juga termasuk para pimpinan dan pegawai KPK yang memenuhi syarat administratif, saya akan persilahkan untuk melamar,” katanya.

Menurut Ruki, pegawai KPK yang mencalonkan diri malah mempunyai nilai yang lebih. Sebab, pegawai sudah mengetahui seluk beluk dalam menangani kasus korupsi. Utamanya tupoksi dari lembaga antirasuah itu.

“Jadi kami Pimpinan KPK akan mendorong semua pegawai KPK termasuk pimpinan KPK yang ada, kalau berminat untuk mencalonkan diri, tapi kita tidak akan memaksa, itu hak pribadi,” tuntasnya.

Sementara itu, Ketua Pansel Capim KPK, Destry Damayanti mengatakan, selain melibatkan KPK, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polri, PPATK, dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam melakukan penelusuran rekam jejak para pendaftar.

Juru Bicara Pansel Capim KPK, Betti Alisjahbana mengatakan, sedikitnya sudah 28 orang mendaftar ikuti seleksi Capim KPK. Dua di antaranya wanita. “Latar belakangnya masih sama, yakni pengacara, aktivis, PNS, penegak hukum, dan akademisi,” katanya. (yulian)