Sunday, 15 September 2019

Ekonomi Terus Melambat, Ancaman PHK Tak Terhindar

Jumat, 12 Juni 2015 — 21:39 WIB
Karyawan demo tolak PHK

Karyawan demo tolak PHK

JAKARTA (Pos Kota) – Jika pertumbuhan ekonomi masih melambat seperti sekarang, ancaman PHK tidak bisa dihindari.  “PHK tidak bisa dihindari. Ini bukti Itu suksesnya NawaCita, revolusi mental dan Trisakti,” kata pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, Jumat (12/6).

Berdasarkan hitungan, ia  mengungkap setiap penurunan satu persen pertumbuhan ekonomi sama dengan bertambahnya 200 ribu orang menganggur.

Sehingga pada 2015 Íni, ia memprediksikan pengangguran akan bertambah 40 ribu orang.

Ditambah dengan minimnya serapan angkatan kerja baru karena lambatnya proyek2 infrastruktur, pengangguran akan meningkat skitar 0,3-0,5 persen. “Dan itu berarti ancaman krisis sosial politik,” jelasnya.

Sejak awal tahun, ia sudah menebak pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2015 hanya berkisar 5 plus minus 0,2 persen atau 5,2 persen. Tidak di atas angka 5,2 persen.

Jadi kebijakan ekonomi makro yang diajukan pemerintah ke DPR dua pekan lalu jauh dari akurat.

Terbukti data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada April 2015 dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2015 mengungkap ketimpangan ekonomi merambat naik.

Namun pemerintah tetap optimis. Pertumbuhan ekonomi pada 2016 diprediksikan sebesar 5,8 persen. Ia sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya 5,6 persen.

Sebelumnya, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ernovian G Ismy kepada Pos Kota, mengemukakan kalau perlambatan pertumbuhan ekonomi berlanjut dan nilai tukar dolar AS juga sulit diredam, bukan tidak mungkin akan terjadi PHK.

Namun kalangan industri tetap mengupayakan langkah-langkah. Misalnya mengurangi produksi dan jam kerja. Yang tadinya tiga shift menjadi dua shift. “Kalau tidak bisa juga, langkah paling akhir adalah PHK. Tapi kami berharap perekonomian bisa kembali membaik,” katanya. (setiawan/d)