Friday, 21 September 2018

Mari Peduli Sekitar, Peduli Anak Terlantar

Jumat, 12 Juni 2015 — 6:26 WIB
DK Juni 12

DUA peristiwa menggemparkan beberapa minggu terakhir dengan korban anak, menggores hati para orangtua. Pertama, penelantaran lima anak oleh dosen di Cibubur, pinggiran ibukota. Dan kedua, pembunuhan pada anak cantik di Denpasar, Bali.

Keduanya terjadi karena lingkungan lambat merespon. Kita tentu berterima kasih pada warga Cibubur yang menolong korban, ketika si sulung, tak boleh masuk rumah, dan memberi makan, juga menjaganya di pos Siskamling. Tapi mengapa setelah sebulan penelantaran, baru dilaporkan ?

Yang terjadi di Denpasar – Bali, demikian halnya. Para guru sudah mencurigai korban Angelina tidak diurus semestinya, namun baru heboh setelah hilang, dan akhirnya terbukti menjadi korban pembunuhan.

Bagaimana pun umur di tangan Tuhan. Dan peristiwa tragis itu telah terjadi. Pembelajaran berikutnya bagi kita adalah agar kita semua peduli pada lingkungan jangan cuek.

Baik sekali pejabat tinggi setingkat menteri peduli pada sosok Angelina, dengan mendatangi rumahnya. Dan kepedulian mereka terbukti nyata.

Namun yang lebih penting, selain tindakan jangka pendek, adalah kebijakan jangka panjang yang ramah pada anak terlantar.  Membangun lebih banyak shelter, tempat persinggahan bagi anak terlantar, dan membangkitkan kepedulian sesama, jangan sampai ada pembiaran terhadap penelantaran dan penyiksaan kepada anak. Agar kasus di Cibubur dan Bali, terulang. – dimas.