Wednesday, 19 September 2018

Banjir, Satwa Buas Lepas dari Kebun Binatang

Senin, 15 Juni 2015 — 21:15 WIB
Petugas dari Regu Penyelamat menemukan macan yang mati di kebun binatang yang terendam banjir di Tbilisi, Giorgia. (reuters)

Petugas dari Regu Penyelamat menemukan macan yang mati di kebun binatang yang terendam banjir di Tbilisi, Giorgia. (reuters)

GEORGIA – Sejumlah satwa liar kabur dari kebun binatang saat banjir besar merendam Tbilisi, ibukota Georgia. Pemerintah setempat pun minta warga bertahan di dalam rumah demi menghindari hewan-hewan itu.

BBC melaporkan sejumlah hewan liar terlihat berada di luar kebun binatang. Seekor kuda nil yang tersesat hingga alun-alun kota berhasil dilumpuhkan dengan senapan bius.

Juru bicara kebun binatang Tbilisi, Mzia Sharashidze, mengatakan tiga jenazah ditemukan di kebun binatang. Dua di antaranya adalah pegawai kebun binatang.

Menurutnya, banyak hewan mati kebanjiran. Ia juga menyebutkan hewan liar yang kabur dari kebun binatang seperti serigala, singa, harimau, anjing liar dan harimau tutul telah ditembak mati oleh pasukan khusus.

Air bah yang mencapai atap kandang kebun binatang telah menenggelamkan ratusan satwa. Banyak diantara satwa yang hanyut dari kandang dan melarikan diri.

Seekor beruang ditemukan tengah bergantungan di unit AC di salah satu bangunan, sementara seorang pria menemukan seekor hyena di balkon tempat tinggalnya.

Perdana Menteri Irakli Garibashvili meminta warga tetap tinggal di dalam rumah hingga semua satwa berhasil ditemukan.
Presiden Giorgi Margvelashivili telah mengunjungi lokasi bencana dan memberikan dukungan pada keluarga korban.

Sejauh ini, belum jelas berapa banyak satwa yang hilang. Helikopter yang terbang mengelilingi kota berusaha menemukan warga korban dan satwa.

Banjir terjadi karena Sungai Vere tidak bisa menampung air hujan yang turun deras. Tercatat, 12 orang meninggal. Ratusan orang kehilangan akses ke air bersih dan listrik sementara korban lain terpaksa harus diangkut dengan pesawat untuk mengungsi.

Walikota Davit Narmania mengatakan situasi sangat menyedihkan. Jalan-jalan rusak, rumah kecil dan mobil terbawa air banjir.
Peti mati yang ada di kuburan kota dilaporkan terangkat naik oleh banjir dan kini tergeletak di atas lumpur.

Sedang Wakil walikota Irakly Lekvinadze memperkirakan kerusakan akibat banjir sekitar 10 juta dollar Amerika Serikat.
Pada bulan Mei 2012, banjir di Tbilisi menewaskan lima orang warga. (firdaus)