Friday, 19 October 2018

Bus Transjakarta Semakin Ditinggal Penumpang, Ada Apa?

Senin, 15 Juni 2015 — 7:50 WIB
Foto dokumentasi

Foto dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Banyak jalur busway yang rusak salah satu penyebab Bus Transjakarta ditinggalkan penumpang. Pasalnya kondisi tersebut mengakibatkan laju moda angkutan massal tersebut kerap terlambat tiba di halte.

“Kerusakan jalan yang juga berujung pada kemacetan menyebabkan sebagian penumpang kami beralih menggunakan sepeda motor,” kata Dirut PT Transjakarta, Antonius NS Kosasih, Minggu (14/6).
Menyikapi persoalan tersebut, Kosasih meng‎aku telah berkoordinasi dengan Dinas Binamarga DKI dan Polda Metro Jaya terkait perbaikan jalan dan sterilisasi jalur Bus Transjakarta agar menjadi lebih baik.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan menandatangi Memorandum Of Understanding (MoU) bersama dengan Polda Metro Jaya‎ untuk penilangan di jalur busway,” ungkapnya.

Penyebab lain dikatakan Antonius adalah masih banyaknya armada yang tidak layak jalan dan telah berusia uzur.

‎Ia menjelaskan, sejak mengambil alih operasional armada Bus Transjakarta dari Unit Pengelola (UP) Transjakarta pada 31 Desember 2014 lalu, ada sebagian bus berusia uzur dan berkondisi tidak laik jalan dan terpaksa harus dioperasikan.

Atas dasar itu, Kosasih menilai sangat tidak tepat jika membandingkan kondisi pelayanan di Maret 2014 lebih baik ketimbang Maret 2015 tahun ini. Mengingat, terhitung sejak 2013-2014, nyaris tidak ada pengadaan bus baru.

“Untuk mengatasi masalah ini, kita lakukan upaya percepatan pengadaan Bus‎ Transjakarta melalui e-katalog LKPP untuk 51 unit bus Scania yang akan hadir tahun ini,” tandasnya.

Kendati demikian Antonius mengklaim jumlah penumpang armada bus Transjakarta sejak November 2014-Maret 2015 mengalami peningkatan antara tiga sampai empat persen.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut berdasarkan data real time counter yang diperoleh dari data komputer e-ticketing.

“Sejak ahir tahun lalu, seluruh halte Transjakarta sudah 100 persen e-ticketing. Jadi perhitungan kami relatif error free dengan tingkat reliabilitas tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan data real time itu, jumlah penumpang bus Transjakarta terbanyak pada tahun ini ada di Koridor 1 dan 9. Penumpang di kedua koridor itu bisa disebut mewakili sekitar 30-35 persen total penumpang bus Transjakarta di seluruh koridor.(Guruh)

  • didi

    saya masih pakai trans yang setia, tidak ada masalah tu

  • TheCader

    Jelas ditinggalin, lha banyak bus yg udah pada rusak sistem suaranya, AC tidak menyala / tidak sejuk, bagian dalam bus seperti bagian dalam angkot, udah pada rusak kursi atau body busnya

    • Vvip1a

      Betul,ditinggalin..liat aja halte2 busway,skrg banyak yg sepi..mungkin jika tidak ada perhatian,hanya akan digunakan oleh lansia,wanita,dan anak2..naik busway skrg makin sengsara,..bis kadang datang lama shg kalo bis datang penumpang jadi menumpuk bejubel di dalam bis,bis juga panas krn ac ga dingin,..klo amannya si aman..

  • Mangap

    Perawatan bus harus lebih baik lagi. Di Singapura dan Jepang bus yang sudah cukup lama tetap bagus kondisi nya. Disini rusak