Monday, 24 September 2018

Mengembalikan Kejayaan Olahraga Indonesia

Senin, 15 Juni 2015 — 5:57 WIB

KEGAGALAN Evan Dimas Cs melaju ke final cabang sepakbola SEA Games 2015 Singapura setelah dikalahkan Thailand seolah menjadi puncak keterpurukan olahraga Indonesia saat ini.

Kalah 2-4 di pertandingan perdana grup A oleh Myanmar, Timnas U-23 dibantai Thailand 0-5 di babak semifinal. Dua kemenangan atas Kamboja dan tuan rumah Singapura pun seperti tak berarti lagi.

Kegagalan di sepakbola juga dirasakan oleh cabang lainnya. Hal itu ditunjukkan melalui perolehan medali Indonesia yang hingga hari ke-13, Minggu (14/6), masih berada di posisi ke-5 klasemen sementara dengan 43 emas, 54 perak dan 68 perunggu.

Kontingen Merah Putih tertinggal jauh oleh pemuncak klasemen Thailand yang berjaya dengan 86 emas, 82 perak dan 64 perunggu.

Kondisi ini seharusnya menjadi bahan perenungan pemerintah. Karena kita tahu, Indonesia pernah merasakan zaman keemasan olahraga pada era tahun 1970-90an.

Bahkan dalam rentang waktu 16 tahun yakni pada penyelenggaraan SEA Games 1977 hingga 1993, kontingen Merah Putih tak tertandingi oleh negara mana pun.Indonesia selalu menjadi juara umum. Gelar tersebut hanya lepas sekali yakni pada tahun 1985 karena digeser oleh Thailand yang menjadi tuan rumah.

Setelah periode itu,  Indonesia hanya juara umum saat menjadi tuan rumah saja. Keperkasaan olahraga Indonesia mulai tersaingi oleh Thailand, Malaysia, menyusul Vietnam.

Kita boleh belajar dari masa lalu. Bahwa ketangguhan atlet-atlet Indonesia dulu tak lepas dari kompaknya atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, KONI dan pemerintah. Nyaris tak terdengar perpecahan di tubuh organisasi olahraga.

Kita prihatin melihat dunia olahraga Indonesia saat ini yang selalu diwarnai konflik. Ini harus diakhiri. Presiden Jokowi harus memimpin gerakan kebangkitan olahraga Indonesia. Ingat, setiap keping medali emas yang diraih oleh atlet-atlet kita, sebanyak itu pulalah bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya berkibar dan berkumandang di arena internasional. Jadi, mari kita kembalikan kejayaan olahraga Indonesia. ^^