Tuesday, 25 September 2018

Kebutuhan Alat Berat Terus Meningkat

Kamis, 18 Juni 2015 — 21:59 WIB
Alat Berat

JAKARTA (Pos Kota) –  Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri alat berat nasional baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

“Kebutuhan alat berat di dalam negeri semakin meningkat. Terlebih lagi dengan adanya berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang digalang pemerintaah saat ini,” kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan dalam rangka kunjungan kerja ke PT Jakarta International Machinery Centre (Jimac) Perkasa, di Jakarta, Rabu (17/6).

Menurutnya,  kebutuhan alat berat pada tahun 2012 sebesar 16.000 unit dan tahun ini diperkirakan mencapai 24.000 unit. Sementara itu, tahun 2010, Indonesia mengimpor alat berat sebesar  2 miliar dolar AS, sedangkan ekspor alat berat mencapai 450 juta dolar AS.

Menurut Putu, ketersediaan alat berat secara memadai akan sangat mendukung strategi kebijakan pemerintah dalam mendorong kebutuhan pembangunan nasional.

Namun demikian, industri alat berat dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan saat ini. Sebab itu, upaya rekondisi dan impor dari sektor industri alat berat masih diperlukan, yang tentunya sinergi dengan sektor industri yang lain.

“Adanya rekondisi alat berat yang diimpor dari sejumlah negara adalah suatu upaya untuk memenuhi kekurangan suplai. Apa yang dilakukan oleh Jimac Group ini merupakan suatu peluang untuk mengantisipasi kebutuhan alat berat yang belum bisa diproduksi di dalam negeri,”  ujarnya.

Putu menambahkan, rekondisi tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki kondisi alat berat yang sudah tidak berfungsi lagi agar dapat dipasarkan kembali. Hal itu dapat menghemat anggaran pembelanjaan alat berat yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan harga seiring tuntutan pasar global.

Sementara itu, peluang pasar di industri alat berat masih cukup besar dan menarik bagi investor dalam dan luar negeri. Pemerintah terus memberikan dukungan dan fasilitas bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

“Dengan masuknya investasi tersebut, diharapkan dapat memperluas lapangan pekerjaan sekaligus mempercepat lajunya pertumbuhan industri dan ekonomi bangsa yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutur Putu.(Tri/d)