Saturday, 22 September 2018

Makan Tanpa Sendok Garpu, Lebih Baik Bercerai Sajalah

Jumat, 19 Juni 2015 — 6:13 WIB
Dia Juni 19

REPOT jadi lelaki hiperseks macam Bronto, 40. Hubungan intim tak cukup dengan satu istri, harus dua sekaligus di ranjang. Ibaratnya makan harus pakai sendok dan garpu. Nah ketika “garpu”-nya bernama Ris 40, itu pindah ke Bali, dia jadi cotho. Terlalu lama hambar di ranjang, Bronto memilih bercerai dengan istrinya.

Bagi orang normal, urusan nafkah batin cukuplah dengan istri saja. Itupun cukup satu. Tapi ternyata di dunia ini banyak manusia yang memiliki penyimpangan seks.  Memberi nafkah batin pada istri, harus ada wanita lain sebagai sparingpatner. Jadilah “three in one” kayak kendaraan pribadi di Jalan Thamrin, Jakarta. Tapi ini tanpa joki.

Rumahtangga Bronto – Weni, 38, awalnya normal-normal saja. Mereka hidup bahagia di  Kaliyudan, Surabaya. Urusan materil dan onderdil selalu berkecukupan. Bila jenuh di rumah, sengaja suami istri ini tidur di hotel untuk mencari suasana baru. Ini sah-sah saja. Cuma jangan lupa bahwa surat nikah. Jika ada razia Pekat, jangan sampai dituduh WTS dan pria hidung belang.

Belakangan variasi semacam itu tetap saja membuat jenuh. Weni pun lalu punya ide nakal, bagaimana jika berbagi cinta antara suami istri ini “dimeriahkan” dengan hadirnya wanita lain. Jelasnya, Bronto harus melayani dua wanita sekaligus. Awalnya Bronto kaget juga atas tawaran istri itu. Tapi begitu tahu “bintang tamu” itu tetangga sendiri Ny. Ris  yang cantik dan seksi, langsung saja Bronto ingin mencobanya.

Ternyata Bronto jadi ketagihan. Sejak itu dia selalu minta dimeriahkan oleh bintang tamu   tersebut. Jadi ibarat makan, sekarang harus selaku pakai sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Dengan cara demikian, makan Bronto jadi banyak macam ora puasa terlambat berbuka.

Ternyata janda kempling itu belakangan pindah ke Bali. Wah, Bronto jadi “cotho” (merasa kehilangan). Weni diminta mencarikan “garpu” lain tak kunjung dapat, sebab wanita cap apapun asal masih normal pasti menolak cara brutal seperti itu. Sedangkan kini Bronton diminta makan pakai sendok doang, juga tak mau lagi. “Daripada tanpa Ris, mending kita cerai saja,” kata Bronto.

Pasangan suami istri gendeng ini segera ke Pengadilan Agama, mendaftarkan perceraian. Alasannya tentu saja dikemas yang bagus. Bukan karena tidak ada “garpu”, tapi karena tak ada lagi kecocokan antara keduanya. Kini PA Surabaya masih membahas rencana suami istri Bronto – Weni ini.

Sekali diajari kok jadi tuman. (Gunarso TS)