Wednesday, 26 September 2018

Anggaran Untuk Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Dihapus

Sabtu, 20 Juni 2015 — 23:22 WIB
Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Taman Tidore di Jalan Tidore RW 05, Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Taman Tidore di Jalan Tidore RW 05, Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat

JAKARTA  (Pos Kota) – Anggaran  pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) senilai Rp12 miliar dimatikan. Alasannya, pembangunan RPTRA tersebut dibiayai dana CSR (tanggungjawab sosial perusahaan), tetapi dianggarkan lagi oleh unit terkait.

Kepastian dicoretnya anggaran Rp12 miliar untuk pembangunan RPTRA itu disampaikan Gubernur Ahok, Sabtu (20/6).  “Ada sembilan lahan untuk pembangunan RPTRA bermasalah. Anggaran sama juga terdapat di Dinas Pertamanan sebesar Rp12 miliar. Makanya saya matikan,” tegasnya.

Kendati demikian, kata Ahok,  target pembangunan 60 RPTRA tahun ini tetap berjalan. RPTRA juga akan dibangun di Kepulauan Seribu.

Ahok mengatakan  dari 60 lokasi, sudah ada enam lokasi RPTRA yang diresmikan. Sedangkan  54 lainnya masih dalam proses pembangunan. Namun dari jumlah tersebut ada sembilan lokasi yang bermasalah.

“Yang sudah clear lahannya sekarang 45 lokasi. Sedangkan sembilan lagi belum. Masih ada overlapping, ternyata masih ada taman yang dianggarkan oleh Dinas Pertamanan, sudah  saya suruh batalin,” ucapnya.

TAK GUNAKAN APBD

Pembangunan RPTRA sendiri memanfaatkan program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan swasta. Dengan demikian  tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).  “Kita kasih kesempatan perusahaan untuk CSR, mereka cantumin nama,” sambungnya.

Menurutnya, masalah utama pada pembangunan RPTRA adalah pemetaan sosial atau social mapping. Nantinya di setiap RPTRA tidak akan ada petugas, baik satpam maupun petugas kebersihan. Masyarakat lah yang akan menjaga taman tersebut.

Pembangunan RPTRA, papar Ahok,  adalah salah satu cara untuk mempertahankan aset lahan. Karena saat ini banyak aset lahan DKI yang diduduki oleh orang yang tidak bertanggung jawab. (john)