Sunday, 23 September 2018

Gudang Digerebek, Ribuan Botol Miras Disita, Pemilik Tersangka

Senin, 22 Juni 2015 — 17:35 WIB
Miras yang disita polisi setelah gudang penyimpanan digrebek

Miras yang disita polisi setelah gudang penyimpanan digrebek

SERANG (Pos Kota) – Gudang minuman keras (miras) di Desa. Kaserangan, Kecamatan  Ciruas, Kabupaten Serang, Senin (22/6) dinihari, digerebek  petugas Satuan Sabhara Polres Serang. Petugas mengamankan Jubaedi, 45, pemilik  gudang. Disita ribuan botol miras berbagai merk.

“Untuk pemilik gudang saat ini masih dalam penyidikan petugas Satuan Reskrim. Untuk pemiliknya kita jerat dengan Perda No 7/2010 dengan ancaman kurungan 3 bulan penjara atau denda Rp50 juta,” ungkap AKBP Nunung Syaifuddin, Kapolres Serang kepada wartawan.

Kapolres menjelaskan penggerebekan tempat penyimpanan miras ini bermula dari masih maraknya peredaran miras di sekitar Terminal Kepandean, Kota Serang. Warga merasa miris dengan masih adanya tempat-tempat yang masih menjual miras  bulan Ramadhan.

“Warga melaporkan keresahan itu ke Kapolda Banten melalui pesan singkat (SMS). Isi sms selanjutkan di forward ke saya, dan langsung ditindaklanjuti. Dalam penggerebekan itu, kita amankan ribuan botol berisi miras berbagai merk, baik dari kios ataupun gudang milik Jubaedi di Kepandaean dan Ciruas,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, pemilik gudang dan kios resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana ringan (tipiring) sesuai dengan Perda Kota Serang No 2 Tahun 2010 Pasal 7 ayat 2 tentang minuman keras. Namun Kapolres  menegaskan pihaknya  terus mendalami dugaan pemalsuan cukai miras.

“Ada indikasi palsu namun untuk membuktikannya akan kami bawa ke lab untuk dibandingkan dengan yang aslinya. Kalu terbukti pemalsuan, hukumannya akan lebih berat karena arahnya ke pidana umum,” paparnya.

Terkait dengan kinerja aparatur penegak Perda atau Satpol PP, Kapolres menilai lembaga saat ini masih sangat lemah dalam hal pengawasan dan penindakan. “Kita bicara pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat, artinya kalau mungkin instansi lain terlalu sibuk dengan kegiatan, makanya kita turun. Kami terus berupaya masyarakat merasa nyaman dalam beribadah di bulan Ramadhan,” pungkasnya. (haryono)