Friday, 20 September 2019

Hasil Survei Kekerasan Terhadap Anak Terus Meningkat

Senin, 22 Juni 2015 — 13:50 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu dibuktikan dengan kian tingginya jumlah pemberitaan tentang kekerasan terhadap anak yang menghiasi media massa.

Berdasarkan hasil kajian Indonesia Indicator (I2), dari 343 media online di seluruh Indonesia, baik nasional maupun lokal pada periode 1 Januari 2012 hingga 19 Juni 2015, faktor utama penyebab kekerasan terhadap anak berasal dari faktor eksternal atau sosial, terutama kemiskinan.

“Tahun ini, peristiwa kekerasan pada anak berpuncak pada kasus Angelina (Engeline) di Bali yang mencapai 1.387 berita dalam sebulan terakhir, atau sekitar 26% dari total pemberitaan tahun 2015,” ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang memaparkan hasil kajian media yang bertajuk Anak-Anak dalam “Laut Hitam” Kekerasan, Senin (22/6). I2 adalah perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan software AI (Artificial Intelligence).

Rustika memaparkan, pemberitaan kekerasan terhadap anak cenderung melonjak tajam dari tahun ke tahun. Pada 2012, kata dia, jumlah pemberitaan kekerasan terhadap anak hanya 1.084. Namun, pada 2013 melonjak hingga 2.329 pemberitaan. Yang memprihatinkan, kata dia, pada 2014 pemberitaan kekerasan terhadap anak meroket hingga 7.456.

“Bentuk kekerasan yang paling kerap muncul di pemberitaan media adalah kekerasan seksual. Tahun ini, ekspose mengenai pemberitaan kekerasan seksual pada anak mencapai 1.533,” kata Rustika.

Ia mengatakan yang paling mengejutkan terjadi pada 2014, di mana ekspose kekerasan seksual terhadap anak mencapai 3.893, termasuk . “Saat itu terjadi peristiwa pelecehan seksual pada anak di Jakarta International School (JIS) yang langsung memikat media hingga 1.194 berita,” papar Rustika.

Indonesia Indicator juga mencatat, pada 2012 dan 2013 pemberitaan kekerasan seksual terhadap anak paling dominan menghiasi media di Tanah Air.

(johara/sir)