Friday, 16 November 2018

Di Ruang Penyidik

Tersangka Margriet Nangis Bertemu Anaknya

Senin, 22 Juni 2015 — 11:24 WIB
Foto-Christin Megawe didampingi salah satu pengacara keluarga, Jefrykan usai bertemu Ibunya Margriet di ruang penyidik Dirkrimum Polda Bali. (ilham)

Foto-Christin Megawe didampingi salah satu pengacara keluarga, Jefrykan usai bertemu Ibunya Margriet di ruang penyidik Dirkrimum Polda Bali. (ilham)

DENPASAR (Kota) – Suasana haru menyelimuti pertemuan Christin Megawe dengan Ibunya, Margriet di ruang penyidik Dirkrimum Polda Bali, Senin (22/6).

Ibu dan anak itu berpelukan melepas rindu setelah 3 hari tidak bisa bertemu lantaran Margriet masih dalam pemeriksaan terkait penelantaran anak terhadap Angeline. “I Love U, I Mis U, kata Mama saat memeluk saya. Mama sampai nangis kangen sama anaknya,” kata Christin.

Christin mengatakan, ia nyaris ikut menangis namun mampu ia bending karena tidak mau didepan ibunya ia nangis. “Saya sebenarnya mau nangis, tapi saya tahan. Saya tunjukkan sama Mama bahwa saya kuat meski Mama ditahan di kantor polisi,” ujar Christin.

Selama berada ditahanan, sambung Christin ibunya sehat dan masih kuat menjalani pemeriksaan tim penyidik. “Pokoknya Mama, siap kapan saja dimintai keterangannya. Pertemuannya sebentar sekitar 15 menit karena ibu masih harus diperiksa lagi. Saya bawa makanan kesukaan ibu Panada (makanan khas Manado) dan roti-roti,” ucap Christin.

Sementara, salah satu pengacara keluarga, Jefrykan usai mendampingi Christin mengatakan, pertemuan dengan anaknya merupakan keinginan Margriet dari kemarin dan waktunya cuma sebentar karena Christin juga akan diperiksa di Polresta Denpasar termasuk ibu Margriet.

“Klien kami minta ikuti proses penyelidikan suapaya cepat selesai. Dan selama di periksa klien kami tidak pernah mengeluh karena dia bukan tipe orang yang mengeluh,” ungkap Jefry.

Dikatakan, pihaknya mengikuti jadwal kepolisian saat keluarga bertemu tahanan. “Kami berterimakasih bisa mempertemukan klien kami dengan anaknya. Kita harap kedepannya seperti ini kan enak. Kita diberikan kesempatan, ibu dan anak juga diberi kesempatan bertemu. Dalam penyidikan ini, kita harap semua hak-haknya harus dipenuhi,” tukas Hefry.

(ilham/sir)