Wednesday, 26 September 2018

Bisa Menjaga Gedung Sekolah tapi Tidak Bisa Jaga Anak Tiri

Senin, 29 Juni 2015 — 6:01 WIB

JAGA gedung sekolah sebagai kewajibannya, Sahrun, 51, mampu. Tapi ketika diminta istri untuk menjaga kedua anak tirinya, PNS penjaga sekolah atau Pak Bon ini malah nggak bisa. Katanya, Ri, 15, dan En, 13, ini kemasukan setan. Untuk mengusirnya harus melalui persetubuhan. Padahal setannya Sahrun sendiri!

Duda menikah dengan janda bawa anak, sebetulnya tak ada masalah. Asal mantan duda itu sayang pada anak tirinya, sudahlah cukup. Tapi di era gombalisasi sekarang ini, suami celamitan banyak. Ayah tiri yang seharunya mengayomi dan menyayangi anak tiri, justru memanfatkannya untuk pelampiasan syahwat. Umumnya karena dengan ibunya tak bisa punya anak lagi, sehingga untuk membunuh kejenuham anak tiri jadi sasaran.

Sahrun warga  Ampelgading Kabupaten Pemalang (Jateng) ini, ternyata bagian dari suami celamitan itu. Jenuh pada istrinya yang tak bisa memberikan keturunan, dia mulai ngincer kedua anak tirinya yang nampak mulus-mulus dalam usia ABG. Setiap melihat kedua anak tirinya tersebut, otak ngeres Sahrun terus berkecamuk, bagaimana caranya mendayagunakan kedua anak tirinya itu.

Pokir (pokok pikiran) semacam ini jelas bertentangan dengan profesinya selama ini. Sebagai Penjaga Sekolah di SD, mestinya dia menyayangi anak-anak, termasuk anak tirinya . Yang terjadi justru gagasa, bagaimana caranya untuk bisa memetik buah ranum yang sebentar lagi bakal mateng pohon itu.

Ketika ibunya tak di rumah, Sahrun mendekati Ri dengan mengatakan bahwa berdasarkan penerawangannya, ada setan yang merasuk ke dalam tubuh anak tirinya itu. Tentu saja Ri jadi panik dan minta tolong pada ayah tirinya, bagaimana mengusir setan tersebut. “Itu mah gampang, tapi caranya harus lewat persetubuhan!” ujarnya tanpa malu-malu, sambi menunggu reaksi.

Takut setan terus bercokol dalam tubuhnya, Ri pasrah dinodai ayah tirinya. “Tapi ini nggak bisa langsung pergi, karena setannya rada bandel. Untung saja nggak minta ganti rugi,” kata Sahrun seperti yak-yaka (serius) saja. Sukses mengadali anak tiri yang gede, lain hari politik itu diterapkan pula pada En adiknya. Seperti si kakak, adiknya juga panik dan akhirnya pasrah dinodai penjaga SD itu.

Rupanya setan itu tak mau pergi. Itu artinya Sahrun harus berulang kali mengusirnya dengan cara persetubuhan. Tentu saja hal ini enak bagi ayah tiri tapi penderitaan bagi kedua ABG itu. Akhirnya keduanya lalu mengadu pada ibunya, bla….bla…….

Tentu saja sang ibu kaget, lalu melaporkan skandal itu ke polisi. Tanpa banyak cingcong penjaga SD itu lalu ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui menyetubuhi kedua anak tirinya baru empat kali saja tidak lebih.

Karena dua anak, bararti delapan kali dong. Kampret luh ah! (JPNN/Gunarso TS)