Monday, 24 September 2018

Hati-hati Jadi ‘Orang Dekat’

Senin, 29 Juni 2015 — 5:52 WIB

TERNYATA  jadi  ‘orang dekat’ , enak nggak enak, bahkan saat ini cenderung nggak nyaman. Kenapa begitu?  Ya, bayangkan saja, sebagian dari mereka ternyata adalah diduga sebagai pelaku penganiayaan dan kekerasan seksual terhadap anak  yang terjadi selama ini.

Pelaku bisa bapak, ibu, kakak, paman, kakek atau kerabat dekat. Bisa pendidik, pengasuh, atau  pedagang, tukang permainan yang selalu dekat dengan anak-anak. Tidak perlu dihitung berapa banyak kasus yang terjadi, tapi bukan omong kosong, bahwa selama ini, memang begitu adanya. Pelaku tenyata nggak jauh-jauh. Dia adalah; orang dekat!

Tapi, jangan menolak juga menjadi ‘orang dekat’ bagi orang-orang  gede, terpandang, atau pejabat. Ya, paling tidak siapa tahu, kecepretan pamor atau rezekinya.

Misalnya, si A itu orang dekatnya Bos. Jadi jangan main-main sama dia, bisa bahaya!  Ya, beruntung, jika karena orang dekat itu, seseorang bisa mendapat apa saja, termasuk kemudahan-kemudahan. Misalnya kalau dekat dengan pejabat yang punya kebijakan memutuskan proyek? Hemm, maka nggak usah ditanya lagi, bakalan banyak dapat proyek. Begitu,ya?

Tapi, boleh dong, ini sekadar nasihat. Jadi orang dekat boleh. Tapi, jangan ‘kedekatan’  ini dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan, menganiaya, memperkosa. Apalagi sasarannya adalah anak-anak yang tak berdaya. Dan lebih tak perpuji lagi, darah daging sendiri.

Atau ‘kedekatan’ dimanfaatkan untuk menguntungkan diri sendiri atau golongan. Seperti KKN, atau kongkalikong dalam kejahatan!   -massoes