Wednesday, 26 September 2018

Luncurkan Aplikasi di Telepon Pintar

Thailand Bidik Wisatawan Muslim

Senin, 29 Juni 2015 — 20:55 WIB
Aplikasi yang dikhususkan untuk turis Muslim saat mengunjungi
negeri Gajah Putih

Aplikasi yang dikhususkan untuk turis Muslim saat mengunjungi negeri Gajah Putih

BANGKOK- Demi meningkatkan jumlah wisatawan muslimĀ  datang ke negaranya, pemerintah Thailand meluncurkan aplikasi di telepon pintar Senin (29/6). Industri pariwisata Thailand mulai membaik sejak kudeta 2014.

Dinas pariwistawa negeri Gajah Putih berharap aplikasi baru ini akan membantu mendorong sektor pariwisata Thailand yang memberikan sumbangan sekitar 10% terhadap perekonomian negara.

Industri pariwisata sempat compang-camping karena beberapa negara asing sempat mengeluarkan peringatan kepada warga negara mereka untuk berhati-hati saat mengunjungi Thailand karena gejolak politik dan kudeta 22 Mei, tapi kini situasi mulai membaik.

Usaha menarik wisatawan muslim datang ke Thailand muncul di tengah-tengah sentimen anti-Muslim di beberapa negara Barat dan serangan milisi Islamist.

Aplikasi baru ini bisa digunakan di Android dan iOS, demikian pernyataan Dinas Pariwisata Thailand.

Menurut Juthaporn Rerngronasa, Kepala Dinas Pariwisata Thailand, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur pencarian dan navigasi agar pengguna bisa menemukan hotel dan tempat belanja yang dilengkapi dengan ruang sholat dan restoran yang menyediakan makanan halal.

Berdasarkan hasil penelitian Global Muslim Travel Index pada tahun 2015, di antara negara-negara bukan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), Thailand adalah peringkat dua paling populer bagi wisatawan Muslim dunia setelah Singapura.

“Kami yakin hal ini tercapai karena kami mempunyai produk dan pelayanan yang sesuai dengan harapan wisatawan Muslim,” demikian dikatakan Juthaporn.

Aplikasi yang tersedia dalam bahasa Inggris dan Thailand ini akan segera tersedia dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Thailand mengharapkan tahun ini jumlah wisatawan mencapai 29,5 juta turis, 19% lebih tinggi dari tahun 2014.(reuters/daus)