Saturday, 26 May 2018

Perusahaan Telat Bayar THR, Karyawan Boleh Ngadu

Selasa, 30 Juni 2015 — 10:34 WIB

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Selatan (Jaksel) mengimbau seluruh karyawan maupun buruh untuk mengadukan perusahaan yang telat membayar tunjangan hari raya (THR) minimal satu pekan sebelum Idul Fitri 1436 H.

Di Jaksel terdapat 588.434 tenaga kerja dari 7.474 perusahaan.

“Meski aturannya minimal satu minggu sebelum hari raya, idealnya THR diberikan dua minggu sebelum lebaran supaya karyawan dapat berbelanja kebutuhan lebaran maupun persiapan mudik. Hal ini sudah disosialisasikan kepada sejumlah perusahaan,” kata Kasudin Nakertrans Jaksel, Chrisnawati Sulistyaningrum.

Sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER 04/MEN/1994 tentang THR Keagamaan Pekerja di Perusahaan, setiap perusahaan wajib memberikan THR kepada pekerja dengan masa kerja tiga bulan atau lebih yang jumlahnya bervariasi hingga satu bulan gaji.

Mengacu hal itu lanjut Chrisnawati pihaknya akan mengenakan sanksi administratif terhadap perusahaan yang membandel karena hingga jelang H-7 belum juga memberikan THR. Mengantisipasi pelanggaran, pengawas di 10 kecamatan dikerahkan untuk monitoring pembayaran THR.

“Sanksi administratif terkait perselisihan hak yang akan dibuat berita acara pemeriksaan (BAP), namun sebelumnya kami akan lakukan pembinaan ke perusahaan yang bermasalah,” jelasnya.

(rachmi/sir)