Thursday, 21 September 2017

Radikalisme Muncul Karena Nilai Pancasila Sudah Luntur

Selasa, 30 Juni 2015 — 10:49 WIB
Foto-Ketua Fraksi PKS MPR RI Soenmandjaja.

Foto-Ketua Fraksi PKS MPR RI Soenmandjaja.

JAKARTA (Pos Kota) – Maraknya prilaku radikalisme di Indonesia disebabkan lunturnya nilai-nilai pancasila. Demikian dikatakan Ketua Fraksi PKS MPR RI Soenmandjaja.

“Pemerintah harus mengaji ulang untuk mencari penyelesaian soal radikalisme ini. Jangan-jangan karena kebijakan sendiri yang memacu untuk orang berbuat radikal seperti dirasakan ada ketimpangan dan ketidakadilan,” kata Soenmandjaja saat menjelaskan soal radikalisme dengan imunisasi ideologi di Gedung MPR RI.

Ia mengatakan, bahwa salah satu upaya untuk mengurangi radikalisme dipandang perlu mensosialisasikan kembali Pancasila. “MPR berdasarkan undang-undang mempunyai tugas untuk sosialisasikan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Disinilah, MPR terus berupaya agar masyarakat Indonesia itu mengenal ideologi,” ujarnya.

Tidak aneh bila ada generasi muda yang tidak afal degan Sila Pancasila. Lebih parah lagi, lanjut Soenmandjaja, dia mendapatkan laporan dari sekretaris daerah di salah satu provinsi ada tes calon kepala desa rata-rata tidak hafal Pancasila. Penyebabnya, karena sosialisasi Pancasila yang kurang.

“Berbagai pola sudah dilakukan oleh MPR untuk sosialisasikan Pancasila ini. Dari sosialisasi untuk para guru PGRI, mahasiswa, sampai para pengamen jalanan,” katanya.

Untuk itu katanya, diperlukan peran segala pihak dan peran yang paling besar ada pada pers.

“Presiden dan DPR tidak punya kekuatan yang besar seperti pers, baik media cetak, online dan televisi serta radio. Sekali berita disebarkan, maka opini bisa terbentuk,” ujarnya.

(rizal/sir)