Sunday, 18 November 2018

Koalisi Merah Putih Dipersilakan Masuk Kabinet

Kamis, 2 Juli 2015 — 8:56 WIB
Istana Presiden

Istana Presiden

JAKARTA (Pos Kota) – PDIP mempersilakan Presiden Jokowi melakukan reshuffle dan mengambil politisi dari Koalisi Merah Putih (KMP) masuk kabinet.

Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan reshuffle sepenuhnya hak prerogatif Presiden, tentunya langkah semacam itu juga untuk kepentingan stabilitas politik dan kepentingan rakyat. “Kalau KMP mau gabung, kenapa tidak,” kata Eva, Rabu (1/7).

Namun, mungkin ada elemen pendukung Presidern Jokowi yang keberatan kalau KMP masuk. Sebab, yang memegang ‘saham’ kekuasaan saat ini banyak, bukan hanya PDIP. Ada Nasdem, PKB, Hanura, dan relawan. “Mungkin relawan protes, enak saja habis ‘gebukin’ Jokowi, kok  gabung,” katanya.

Kalau memang terjadi reshuffle, lanjut Eva, menteri yang direkrut tidak boleh ada yang berani menjelekkan Presiden. Syaratnya, selain pintar, punya integritas, kemampuan (kapabilitas), juga harus ada nasionalisme dan loyalitas.“Harus loyal pada Presiden, apa pun itu masalahnya. Jangan hina Presiden,” ujarnya.

FOKUS URUS RAKYAT

Terkait ini, anggota DPD, Oni Sumarwan, menyatakan isu perombakan kabinet dan adanya menteri yang menghina presiden tak perlu dibesar-besarkan. “Kita berharap pemerintah fokus ngurusin  kebutuhan rakyat yang kian tidak terjangkau,” kata Oni dalam Dialog Kenegaraan di DPD RI, Rabu (1/7).

Menurutnya, kalaupun ada menteri yang keseleo bicara di publik, harusnya menteri yang punya informasi itu menyampaikan langsung kepada Presiden dan tidak diributkan di publik.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Golkar (kubu Ancol) Priyo Budi Santoso menyatakan Golkar dari kubu mana pun, tidak dalam posisi menyodorkan siapa dan apa kepada Presiden Jokowi. Tapi, kalau Presiden Jokowi memanggil, kader Golkar siap.

Soal reshuffle, Priyo melihat gerak tubuh Presiden Jokowi belakangan ini sudah memutuskan, perombakan kabinet akan dilakukan, yakni menjelang atau sesudah Lebaran.   (winoto)