Wednesday, 21 November 2018

Tahu dan Mie Basah Disita dari Pasar Cipete Utara dan Pasar Santa

Rabu, 8 Juli 2015 — 21:41 WIB
Petugas Dinas KPKP DKI dan Sudin KPKP Jaksel menemukan tahu dan mie basah berformalin di Pasar Santa dan Pasar Cipete Utara. (Rachmi)

Petugas Dinas KPKP DKI dan Sudin KPKP Jaksel menemukan tahu dan mie basah berformalin di Pasar Santa dan Pasar Cipete Utara. (Rachmi)

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Meski sudah sering dirazia, pedagang masih saja nekat menjual makanan mengandung bahan tambahan berbahaya. Saat sidak di Pasar Santa dan Cipete Utara, Jakarta SelatanĀ  petugas menemukan tahu dan mie basah mengandung formalin (zat pengawet mayat).

Petugas Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta bersama Sudin KPKP Jaksel menyisir lima tempat di Jaksel dam membawa beberaoa jenis makanan sebagai sampel. Pasar yang disambangi meliputi Pasar Mayestik, Pasar Santa, Pasar Cipete Utara, Pasar Lenteng Agung, dan Pasar Tebet Barat.

“Dari hasil uji laboratorium diketahui tahu dari Pasar Santa dan mie basah dari Pasar Cipete Utara positif mengandung formalin dengan konsentrasi tinggi,” kata Kepala Dinas KPKP DKI, Darjamuni didampingi Kasudin KPKP Jaksel, Sri Hartati, Rabu (8/7).

Atas hasil tersebut, Darjamuni langsung menugaskan staf untuk menelusuri ke pedagang yang barang dagangannya positif mengandung formalin. Serta ke suplier yang jika juga positif, akan dipidanakan.

Darjamuni menjelaskan formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia karena dapat menyebabkan kanker, merusak fungsi ginjal dan hati. Itu sebabnya peredaran formalin harus diawasi ketat.

Untuk mencegah terulangnya kembali penggunaan bahan berbahaya pada makanan dan minuman, Dinas KPKP akan meningkatkan penyuluhan kepada para pedagang di 5 wilayah DKI. (Rachmi)