Sunday, 18 November 2018

63 Bus Angkut Pemudik di Terminal Cibinong Tak Laik Jalan

Kamis, 9 Juli 2015 — 15:18 WIB
Ban yang dipakai bus mudik  sudah gundul

Ban yang dipakai bus mudik sudah gundul

BOGOR (Pos Kota) – Sedikitnya 63 bus  di Terminal Cibinong, Bogor Jawa Barat tak layak jalan. Kepastian ini diperoleh dari hasil uji kelayakan kendaraan mudik yang dilakukan Polres Bogor bersama DLLA Kabupaten Bogor, Kamis (9/7).

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Bramastyo Priaji mengatakan, dari hasil pengecekan masih ada beberapa kendaraan yang bermasalah, seperti memakai ban vulkanisir, lampu depan, rem dan lampu sen tak berfungsi serta lainnya. ”Berdasarkan fakta tersebut, kami  menindaknya dan melarang untuk dioperasikan, sebelum dilengkapi atau diganti yang seusai standar ” tandasnya.

Bramastyo menjelaskan, untuk  bus dengan rute jauh  seharusnya tidak menggunakan ban vulkanisir, baik itu di depan ataupun di belakang. Penggunaan ban bus harus sesuai standar. “Kita juga mewajibakan semua kendaran angkutan Lebaran wajib lulus uji kendaran dan sopir lulus tes urine,” katanya.

Menurut petugas DLLAJ  Yaya Kasya, pelanggaran bus mudik paling banyak  memakai ban vulkanisir, yakni ban gundul  dilapisi kembali oleh karet. Secara teori, kerekatan ban vulkanisir kurang mencengkeram saat terjadi pen­gereman. “Ban vulkanisir hanya boleh digunakan jika dalam darurat, itu pun hanya di ban belakang. Ban de­pan tak boleh, karena secara teknis ban depan bekerja lebih keras,” ujarnya.

Terpisah, Muslim Akbar, koordinator pengujian kendaraan atau KIR DLLAJ mengatakan, kebanyakan  bus yang tak laik uji adalah yang tidak diuji di Kabupaten Bogor. “Kebanyakan bus plat B dan diuji di wilayah Bekasi dan Jakarta,” katanya.

Di Kabupaten Bogor,  total bus yang uji KIR hanya  250 unit, termasuk bus dari perusahaan swasta. “Uji KIR di kita sudah masuk standar ISO,” tandasnya. (iwan)

  • Ujang Cimanggis

    Asal tidak ada suap ke penguji kir dan petugas DLLAJ,kecelakaan Bus bisa dikurangi.