Friday, 16 November 2018

Memburu Pakaian Bekas di Kampung Bali, `Ingin Tampil Beda Saat Lebaran`

Kamis, 9 Juli 2015 — 15:26 WIB
Foto-Pasar pakaian second atau bekas di Kampung Bali, Tanah Abang, menjadi sasaran masyarakat berkantung tipis. (deny)

Foto-Pasar pakaian second atau bekas di Kampung Bali, Tanah Abang, menjadi sasaran masyarakat berkantung tipis. (deny)

BAGI masyarakat berkantung tebal, pusat perbelanjaan seperti mal sudah biasa menjadi sasaran untuk membeli kebutuhan lebaran seperti pakaian baru. Namun, bagi mereka yang berkantong tipis dan tetap ingin tampil beda pada hari raya, pasar pakaian bekas seperti di kawasan Kampung Bali, Tanah Abang, pun menjadi tujuan.

Saat berada di pasar tersebut, pembeli tentunya jangan pernah samakan pada saat berada di pasar-pasar lainnya apalagi dengan di mal. Selain lokasinya yang berada di dalam gang, pembeli juga harus tiba tidak lebih dari siang hari lantaran bila lewat dari itu banyak pedagang telah tutup lapak.

Akan tetapi, ada keuntungan didapat bila pembeli teliti membeli pakaian second atau bekas di pasar tersebut. Tentunya, mereka dapat membawa pulang pakaian dengan kondisi baik dan bermerek dengan harga sangat terjangkau bagi masyarakat ekonomi ke bawah.

Herman, 55, satu pengunjung pasar loak Kampung Bali, mengaku bukan kali pertama membeli pakaian bekas di pasar pakaian bekas Kampung Bali tersebut. “Lagi pula beli baju baru dengan harga mahal-mahal sayang uangnya, mendingan buat beli kebutuhan dapur lainnya untuk lebaran nanti,” ungkapnya, Kamis (9/7).

MENINGKAT SAAT LEBARAN

Dikatakannya, ia tidak berkecil hati dimana saat lebaran tidak mengenakan pakaian baru sebagaimana banyak dilakukan orang lain. “Sebenarnya sama saja mas, pakaian ini juga kan kalau dicuci bersih dan disetrika rapi kembali. Memangnya mau ditanya pakaiannya baru atau second,” celetuknya.

Sementara itu, Tata, pedagang pakaian bekas di Kampung Bali, mengatakan banyak masyarakat memburu dagangannya tersebut terlebih saat-saat menjelang lebaran seperti ini. “Kalau untuk pembelinya, Alhamdulillah ada saja tiap harinya dan bisa dibilang meningkat,” tuturnya.

Selain untuk dipakai sendiri, sambung wanita yang juga merupakan warga sekitar, banyak pembeli memborong pakaian second tersebut untuk dijual kembali. “Banyak yang belinya karungan juga, kalau seperti itu biasanya mereka untuk dijual lagi atau untuk dijadikan bahan campuran,” jelasnya.

(deny/sir)