Monday, 24 September 2018

Pabrik Miras Palsu Digerebek Polisi di Cilincing

Kamis, 9 Juli 2015 — 0:46 WIB
Miras yang disita Polres Zjakarta Utara

Miras yang disita Polres Zjakarta Utara

CILINCING (Pos Kota) – Tim Narkoba Polres Jakarta Utara mengrebek rumah yang dijadikan tempat membuat minuman beralkohol oplosan yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kriminalitas di wilayah hukum  Jakarta Utara, Rabu (8/7).

Penggrebekan pabrik rumahan di Jalan Kalibaru Barat I , Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara tersebut diharapkan dapat menekan peredaran miras oplosan di bulan Ramadhan, pasalnya selama ini miras oplosan itu dapat dengan mudah dibeli dari pedagang warung kelontong di pinggir jalan raya.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Susetio Cahyadi, mengatakan anggota reserse narkoba mendapatkan informasi dari warga sekitar‎ terkait sejumlah pemuda yang baru saja mengkontrak rumah tersebut namun belum bersosialisasi dan kerap melakukan aktifitas bongkar muat barang.

“Saat kita geledah  anggota kami menemukan puluhan botol miras oplosan yang setengah jadi dan berbagai bahan pembuat miras,” ‎ujar Susetio, Rabu (8/7) malam.

Seorang tersangka diamankan Dwi Susanto, 39 dengan barang bukti  berupa: 18 botol merk civas, 14 botol merk Black Label, 6 botol Jack Danil, 3 buah cat semprot, 2 botol cola, 2 botol berisi alkohol dengan kadar ethanol 96%, 15 buah segel plastik, dan satu kotak perlengkapan beserta ember dan selang transparan.

Saat diintrogasi, Dwi mengaku sudah melakukan aktifitas sejak tiga bulan yang lalu untuk dijual ke konsumen di Jakarta Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Satu botol saya jual Rp 50 ribu, kalau harga asli minuman itu bisa diatas Rp 100 ribu, untuk ongkos produksi sekitar Rp 20 ribu sudah termasuk botol mirasnya,” kata Dwi.

Dalam sehari tersangka mengaku bisa memproduksi 50 hingga 100 botol miras tergantung pesanan dari konsumen yang sudah berlangganan padanya.

“Untuk botol itu saya beli dari pengepul botol di cafe dan tempat hiburan malam, lalu setiap botol saya campur dengan‎ berbagai campuran seperti coca-cola, alkohol, air, dan minuman penambah energi,” lanjut Dwi.

Atas perbuatannya, Dwi terancam pasal berlapis, yakni Pasal 62‎ UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 135 Junto Pasal 139 UU RI No 18 Tahun 2012  tentang Pangan, dengan acaman hukuman pidana penjara diatas 5 tahun dan denda Rp 14 milyar.  (ilham)

  • Mangap

    Bagaimana dengan pabrik miras di bogor? Yang katanya besar

  • alan

    sialan dibohongin !!! pantesan aj tiap abis minum telernye 3 hari 3 mlm ga ilang2..

  • aboy

    mau palsu ke mau asli ke yang namanya miras itu sama z ngga ada manfaatnya…merusak kesehatan.