Tuesday, 25 September 2018

Mantan Walikota Makasar Ditahan KPK

Jumat, 10 Juli 2015 — 18:13 WIB
Tersangka mantan WalikKota Makassar, llham Arief Sirajuddin, memakai rompi tahanan dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. (rihadin)

Tersangka mantan WalikKota Makassar, llham Arief Sirajuddin, memakai rompi tahanan dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Walikota Makassar, Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, akhirnya, dijebloskan ke tahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/7). Penahanan dilakukan selepas Ilham menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait kerja sama kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar tahun 2006-2012‎.

“IAS ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari ke depan. Ini untuk kepentingan penyidikan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkat, setelah dikonfirmasi, Jumat (10/7) sore.

Mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Ilham keluar dari ruang pemeriksaan di Kantor KPK sekitar pukul 14:30. Sebelumnya, ia diperiksa sejak sekitar pukul 09:00.

Saat keluar, Ilham menyatakan menghormati dan menghargai proses hukum yang dilakukan KPK. “Saya harus menghormati dengan baik keputusan ini. Apapun yang menjadi keputusan, kita hargai dan ikuti prosedurmya,” ucapnya, sebelum digiring ke mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan Guntur.

Meski begitu, Ilham merasa yakin dapat membuktikan dirinya tidak bersalah, dalam proses persidangan nanti. Keyakinannya didasarkan atas keputusan sidang praperadilan pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 12 Mei 2015.

Saat itu, llham sempat lepas dari status tersangka. Hakim PN Jaksel, Yuningtyas Upiek mengabulkan gugatan Ilham lantaran KPK dianggap tak cukup bukti dalam menetapkannya sebagai tersangka. Namun, kemudian KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru dan kembali menetapkan Ilham sebagai tersangka dalam kasus serupa.

“Walaupun saya telah melalui tahapan-tahapan yaitu keabsahan saya melalui proses praperadilan dan kemudian ada sprindik kedua. Di pengadilan dalam pembuktiannya nanti terhadap kasus yang dituduhkan kepada saya,” ujarnya.

Ilham pun menyebut, PT Traya Tirta, pihak ketiga dalam kerja sama pengelolaan instalasi PDAM Makassar adalah perusahaan yang pantas dimintai pertanggungjawaban dalam kasus ini. Diketahui, terkait kasus ini, KPK telah menetapkan Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar, Hengky Widjaja, sebagai tersangka.

“Pihak ketiga, swasta PT Traya Tirta,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ilham ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, 7 Mei 2014. Dia kerap mangkir dengan berbagai alasan saat penyidik memanggilnya untuk diperiksa sebagai tersangka. Salah satunya beralasan sedang menjalankan umroh di Arab Saudi dan mesti menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura.

Selain itu, bekas orang nomor satu di Pemkot Makassar tersebut juga dua kali mengajukan praperadilan. Praperadilan keduanya diajukan setelah KPK kembali menetapkannya sebagai tersangka.

Namun, akhirnya seluruh permohonan Ilham pada praperadilan kedua itu, ditolak oleh hakim PN Jaksel, Amat Khusairi. Dalam pertimbangannya, Hakim Amat menilai penetapan tersangka Ilham Arief, sah dan telah memenuhi dua alat bukti yang cukup.

Kemudian, Hakim Amat juga membantah dalil pemohon yang menganggap status penyelidik dan penyidik KPK tidak sah. (yulian)