Thursday, 15 November 2018

Pengurus Besar Sambut Positif Wacana Peleburan KONI-KOI

Jumat, 10 Juli 2015 — 10:03 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Wacana dileburnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) disambut positif sejumlah pengurus besar/pengurus pusat (PB/PP) cabang olahraga.

Tidak harmonisnya KONI-KOI selama ini dianggap sebagai biang mundurnya prestasi olahraga Indonesia. Tugas menjadi tumpang tindih. Jika itu terus terjadi, maka jangan harap olahraga nasional bisa kembali berprestasi.

“Selama ini kita tahu KONI bertugas untuk dalam negeri, KOI luar negeri. Kalau jalannya lewat satu pintu akan lebih mudah dan jelas. Selama ini kita kerap dibingungkan permasalahan birokrasi, sehingga butuh waktu lama untuk bisa memberangkatkan atlet ke luar negeri, seperti kemarin saat mengirim atlet try out untuk persiapan SEA Games Singapura,” ungkap Kabid Binpres Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Heru Purwanto.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Edmond JT Simorangkir menyebut penggabungan akan lebih memudahkan pengurus induk olahraga untuk melakukan koordinasi saat harus mengirim atlet ke luar negeri.

“Selain itu, dipisahkan KONI-KOI juga membuka peluang sejumlah induk-induk olahraga membentuk organisasi baru sehingga melahirkan dualisme kepengurusan,” ungkap Edmound, kemarin.

DUDUK BERSAMA

Wacana peleburan KONI-KOI disepakati oleh kedua belah pihak dalam evaluasi terbuka SEA Games XVIII/2015 Singapura di Kemenpora, bulan Juni lalu.

Ketua Umum KOI, Rita Subowo menegaskan pihaknya siap duduk bersama dengan KONI untuk merealisasikan peleburan ini. Tapi, sebaiknya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII/2018, sehingga persiapannya tidak terhambat.

Rita menambahkan KOI membutuhkan banyak tenaga sukarelawan untuk Asian Games XVIII/2018. Rencananya 25 ribu volunteer akan disebar di Jakarta dan Palembang. KOI akan bekerja sama STBA LIA dan Universitas Indonesia (UI) untuk penyediaan volunteer. Dengan ribuan atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai negara dan bangsa, penguasaan bahasa Inggris yang bagus menjadi syarat utama.

(junius/si)