Sunday, 18 August 2019

Buka 24 Jam, Warteg Warmo Sajikan Menu Sahur dan Buka Puasa

Selasa, 14 Juli 2015 — 9:54 WIB
Foto- Suasana santap sahur di Warteg Warmo, Tebet, Jakarta Selatan. (pnj-14)

Foto- Suasana santap sahur di Warteg Warmo, Tebet, Jakarta Selatan. (pnj-14)

JAKARTA (Pos Kota) – Warteg Warmo, nama lagendaris dan populer di era 70 an kini sukses dan masih bertahan di Jakarta sampai sekarang, tepatnya di Tebet Raya perempatan pasar darurat, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2015).

Pantauan Pos Kota, dinihari tadi sekitar pukul 04:00 wib, warteg warmo yang buka hingga 24 jam ini di penuhi masyarakat yang sedang sahur, banyak masyarakat yang memang sengaja datang ke warteg warmo karena tempatnya yang tidak jauh dari area perkampungan membuat masyarakat lebih memilih makan di warteg.

Aris, warga Tebet, mengaku bahwa ia makan di warteg warmo jika tidak ada makanan di rumah. Lagian juga enak makan di sini, katanya.

Menu makanan di Warteg warmo tersedia lebih dari 50 menu masakan yang masih fresh dan baru.

Sobirin, pengelola warteg warmo generasi kedua setelah bapaknya, menjelaskan bahwa menu masakan di sini cepat habis. “Kami memasak baru jadi tidak ada makanan yang kemarin atau dihangatkan. Masakan yang sudah matang di letakan berjejer di etalase (Lemari kaca) yang bertujuan agar pembeli bisa leluasa memelih menu hidangan yang disajikan.”

Sebenarnya Kata “Warmo” sendiri merupakan nama dari salah satu pegawai yang bekerja. Ia bernama warmo jadi jika dipanggil moo … moo .. dan akhirnya sampai sekarang terkenal warung warmo atau juga bisa disebut warung mojok.

Warteg yang beroperasi sampai 24 jam ini juga memiliki pegawai yang kebetukan saudara semua, dan masing – masing pegawai di beri shift yaitu shift siang dan shift malam, dengan kebanyakan warteg lainnya, warteg warmo memikiki keunikan tersendiri yaitu menu makanan yang sangat banyak dan bervariasi.

Harga yang ditawarkan juga bervariatif sama dengan warteg lainnya misal nasi dengan telur kami hargai Rp 7 ribu dan tergantung jenis lauk nya apa, ungkap satu pegawai.

Untuk pendapatannya warteg warmo ini bisa mencapai Rp5 Juta perhari. “Untuk bulan puasa dengan hari biasanya dirasakan berbeda oleh Sobirin. Karena jika bulan puasa kan banyak yang sahur dan berbuka puasa ya jadi kami menambahkan banyak nya masakan, sehari saja bisa menghabiskan 2 karung beras seberat 50 kg,” ungkap Sobirin.

Dilihat dari pelanggan nya di warteg warmo ini terdiri dari berbagai macam kalangan masyarkat, dari menengah ke atas sampai ke bawah.

 Rian,  penikmat sahur di warteg warmo, ” Enak masakannya, murah lagi ya lumayan lah asal perut kenyang,” tukasnya.

“Saya sering makan kesini kadang saat pulang kantor juga makan disini, abisnya enak sih terjangkau dan banyak menu makanan nya juga. Jadi bebas memilih deh sesuka hati,” ujar isah saat ditemui di warteg warmo.

Berdiri sejak 1970 Warteg Warmo pun juga mengaku memiliki rintangan dalam pengelolaan hingga sekarang seperti besarnya kenaikan harga, namun Sobirin tetap tidak menaikan harga, ini dikarenakan agar menjadi berkah dan tidak kehilangan pelanggan.

(pnj-14/sir)