Saturday, 22 September 2018

Setahun Sekali, Trisno Raup Untung Jualan Kulit Ketupat

Selasa, 14 Juli 2015 — 18:34 WIB
Trisno melayani pembeli kulit ketupat yang dijualnya di Pasar Sunter, Jakarta Utara. (PNJ-12)

Trisno melayani pembeli kulit ketupat yang dijualnya di Pasar Sunter, Jakarta Utara. (PNJ-12)

JAKARTA (Pos Kota) – Mendekati Lebaran, penjual kulit ketupat mulai marak di Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, Selasa (14/7). Meskipun harga melonjak, kulit ketupat tetap ramai diserbu warga yang ingin menyajikan menuketupan di hari raya.

Penjual kulit ketupat musiman terlihat sejak di depan pasar itu. Mereka tak hanya menjajakan kulit ketupat yang siap isi, tetapi juga janur yang belum dibentuk. Sejumlah pedagang bahkan merangkai daun-daun kelapa itu di depan daganganya.

Trisno, 54, mengaku hanya menjual kulit ketupas saat menjelang Lebaran. Meski begitu, lelaki asri Surakarta ini mengaku dapat meraup keuntungan yang besar karena selalu kebanjiran pembeli.

Menurutnya, tahun ini harga kulit ketupat naik dibanding tahun sebelumnya. Kini, harga yang sebelumnya Rp10.000/ikat menjadi Rp12.000 bahkan Rp15.000 seikat.

“Sebenarnya tak terlalu besar sih keuntungan saya tahun ini, tetapi ya tetap naik jika dibanding tahun kemarin. Sekarang penghasilan saya naik tetapi ada kendala di daun kelapanya. Biasanya harga janur Rp 200 sehelai sekarang Rp 400 per helai,” tutur Trisno, Selasa (14/07).

Trisno mengaku pekerjaan musiman itu ditekuninya selama tiga tahun terkahir. Sehari-hari, ia adalah pedagang sayur, namun saat ia jualan ketupat maka dagangan sayurnya di jaga Sukmawati, istri. “Saya jualan kulit ketupat ini iseng saja, itung-itung lumayan buat nambah-nambah merayakan Lebaran besok,” tambahnya.

Trisno mengaku sudah dua tahun tidak mudik karena tidak ada biaya. Khalifa, anak sulung pasangan ini, sering mengeluh ingin pulang ke kampung halaman. “Inshaa Allah kalau ada rezeki akhir tahun ini, kita sekeluarga mudik ke Surakarta,” harapnya. (PNJ-12/yp)