Thursday, 15 November 2018

Pedagang Kulit Ketupat Marak di Pinggir Jalan

Rabu, 15 Juli 2015 — 9:22 WIB
Foto-Ujang,22, pedagang kulit ketupat yang berjualan di Jalan Ciledug Raya, Ulujami, Jaksel. (Rachmi)

Foto-Ujang,22, pedagang kulit ketupat yang berjualan di Jalan Ciledug Raya, Ulujami, Jaksel. (Rachmi)

PESANGGRAHAN (Pos Kota) – Dua hari menjelang Idul Fitri, pedagang kulit ketupat mulai marak di sejumlah lokasi di Jakarta Selatan. Sebagian besar mangkal di pasar-pasar tradisional seperti di Pasar Kebayoran Lama, Pasar Minggu dan sebagian di pinggir jalan strategis.

Di antaranya di Jalan Ciledug Raya, Pesanggrahan. Sejumlah pedagang sejak pagi sudah asyik merangkai kulit ketupat untuk dijajakan ke pembeli.

“Sudah dua tahun saya berdagang di sini. Sebelumnya tiga tahun lebih dagang kulit ketupat di Pasar Lembang, Pondok Aren,” kata Ujang,22, warga asal Pandeglang, Jawa Barat.

Bapak satu anak ini menuturkan sejak seminggu sudah hijrah sementara dari kampungnya di Pandeglang, Jawa Barat untuk menjual kulit ketupat. Dari Pandeglang ia membawa dua ikat kulit ketupat masing-masing berisi 2.500 lembar seharga Rp250.000 per ikat.

Di tempat mangkalnya di Pesanggrahan, Ujang menjajakan kulit ketupat eceran berisi 30 lembar yang dibandrol Rp5.000. Sedangkan yang sudah dirangkai dan siap untuk diisi beras ataupun ketan ditawarkan Rp5.000 isi 10.

“Harga ini bakal naik saat dua jelang Lebaran sekitar Rp10.000 untuk kulit ketupat yang sudah dirangkai,” kata pria jebolan SMP di Pandeglang tahun 2009.

Pengalaman lima tahun lebih berjualan kulit ketupat musiman, Ujang dapat meraup untung 100%. Sebagian pembelinya merupakan pedagang makanan keliling, pemilik rumah makan hingga ibu-ibu rumah tangga untuk dikonsumsi keluarga.

Di luar Idul Fitri dan Idul Adha, sehari-harinya Ujang berjualan buah-buahan sesuai musim di kampung. Serta juga menjual sayur mayur.

Usai seminggu setelah berdagang atau H-1, ia bermaksud mudik untuk bisa berkumpul merayakan Lebaran bersama anak istri, orangtua dan kerabat. “Semoga dagangan saya laris manis dan terjual habis supaya saya bisa membelikan baju lebaran untuk anak istri,” katanya optimis. (rachmi/yo)