Saturday, 21 October 2017

Ketua MUI dan Romo Benny : Jangan Terpancing Peristiwa Tolikara

Selasa, 21 Juli 2015 — 18:57 WIB
Gerja dan masjid

JAKARTA (Pos Kota) – Tokoh agama serukan kepada umatnya agar tidak terpancing dengan adanya peristiwa pembakaran mushala di Kabupaten Tolikara, Papua, saat Salat Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah, Jumat pagi.

Seruan itu disampaikan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Amidhan dan Rohaniawan Benny Susetyo (Romo Benny) yang dihubungi terpisah, di Jakarta, Selasa (21/7).

Amidhan mengatakan MUI akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut pada hari Rabu (22/7). “Dan kami menghimbau kepada umat Islam untuk tidak terpancing, atau tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut,” tutur Amidhan.

Namun demikian, lanjut Amidhan, aparat keamanan untuk menegakkan proses hukum terhadap mereka yang melakukan penyerangan tersebut.

“MUI sendiri akan membentuk tim khusus untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut,” terang Amidhan.

Romy Benny juga menghimbau agar tidak terpancing dengan adanya kejadian tersebut. Pemerintah untuk segera membentuk tim independen atas kejadian

Romo Benny, kejadian tersebut bukan karena agama tapi bisa karena faktor kesenjangan ekonomi, atau budaya dan mungkin faktor politik karenan mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Kita bangsa yang besar, dan kita semua bersaudara yang sudah lama terjalin kehidupan beragama yang penuh dengan toleransi,” tambah Romo Benny.

Terkait surat edaran   berupa pembatasan ibadah Idul Fitri di Tolikara, Romo Benny mengatakan pihaknya belum memastikan kebenaran surat tersebut, apakah surat asli atau bukan.

“Karenanya perlu dibentuk Tim Independen untuk menginvestigasi penyebab kejadian tersebut, termasuk beredarnya surat pembatasan umat Islam dalam melaksanakan Salat Idul Fitri,” Romo menambahkan. (Johara/d)