Saturday, 20 October 2018

Calonkan Diri Jadi Walikota Palu, Pasha Ungu Lapor Kekayaan ke KPK

Jumat, 24 Juli 2015 — 17:48 WIB
Pasha Ungu ke KPK untuk melaporkan kekayaannya. (yulian)

Pasha Ungu ke KPK untuk melaporkan kekayaannya. (yulian)

JAKARTA (Pos Kota) – Artis Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau lebih dikenal sebagai Pasha Ungu menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/7) sore. Vokalis grup band Ungu ini datang untuk mengisi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) terkait pencalonannya sebagai Walikota Palu, Sulawesi Tengah.

“Saya mau lapor LHKPN untuk maju Walikota Palu,” katanya, saat tiba di Kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16:30.

Mengenakan kemeja batik warna ungu dan celana panjang hitam, Pasha tidak banyak berbicara ketika dihampiri sejumlah awak media massa. Ia hanya berujar sengaja datang sendiri karena ingin mengetahui langsung proses pelaporan LHKPN.

“Ini akan saya sampaikan. Biar saya tahu kan mau belajar,” pungkas calon walikota yang mengaku telah menggandeng Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan politiknya itu.

KPK membuka loket penyerahan LHKPN bagi calon peserta Pilkada Serentak 2015. Loket dibuka sejak 22 Juli hingga 7 Agustus mendatang. Tak pelak, Kantor KPK belakangan banyak didatangi peserta maupun perwakilan peserta Pilkada yang akan berlangsung serentak pada Desember 2015.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja menegaskan, pelaporan harta kekayaan ini merupakan syarat dari Komisi Pemilihan Umum bagi para peserta pilkada. Dia berharap, proses ini diikuti secara jujur dan transparan oleh mereka yang ingin bersaing menjadi kepala daerah.

Selain datang langsung ke KPK, pelaporan LHKPN juga bisa dikirim langsung dengan datang ke KPK atau via pos. Nantinya, menurut dia, publik pun dapat turut mengakses LHKPN masing-masing peserta di laman acch.kpk.go.id.

“Sehingga para pemilih dapat menjadikannya sebagai pertimbangan dalam memilih dan tidak memilih kucing dalam karung, karena bisa dikroscek antara kekayaan dan profil,” ujarnya. (yulian)