Thursday, 13 December 2018

Tidak Ada Persiapan Khusus Pasha Ungu Maju jadi Calon Walikota Palu

Jumat, 24 Juli 2015 — 19:00 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Pasha, vokalis band Ungu mengaku telah menyicil mengisi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHPN) di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/7). Penyerahan LHKPN ini ia lakukan sebagai syarat bagi dirinya mengikuti bursa pencalonan Walikota Palu, Sulawesi Tengah, dalam Pilkada serentak, Desember mendatang.

“Saya sudah menyerahkan. Ini kan menjadi salah satu persyaratan. Mudah-mudahan insya Allah ini berjalan lancar, dan kami siapin berkasnya dulu,” katanya, selepas mendatangi loket LHKPN, di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/7) sekitar pukul 17:00.

Sayangnya, musisi bernama lengkap Sigit Purnomo Syamsuddin Said itu enggan membeberkan jumlah harta kekayaan yang dilaporkannya ke KPK. Namun, ia tak menampik, ketika disinggung soal rencana melaporkan sejumlah mobil mewah dan motor gede merek Harley Davidson miliknya dalam LHKPN itu. “Ya kurang lebihlah,” ucapnya.

Lebih lanjut, mantan suami Okie Agustina itu mengaku belum memiliki persiapan khusus untuk maju sebagai calon Walikota Palu selain salat dan berdoa kepada Allah SWT terkait pencalonannya sebagai Walikota Palu. Namun, setidaknya ia merasa lega karena persyaratan menyerahkan LHKPN telah mulai ia penuhi.

“Pada kesempatan ini saya juga lagi berjuang, jadi mudah-mudahan lah… Paling tidak kelengkapan terkait pendaftaran terpenuhi nanti pada saat (seleksi) di KPU,” imbuhnya sebelum bergegas meninggalkan Kantor KPK dengan mobil Alphard warna putih bernomor polisi D 1140 XC.

Selain Pasha, sejumlah calon peserta maupun perwakilan peserta Pilkada Desember 2015, juga tampak memenuhi Kantor KPK. Penampakan ini terlihat sejak KPK membuka loket penyerahan LHKPN bagi peserta Pilkada serentak, Rabu (22/7). Loket terkait LHKPN bagi peserta Pilkada tersebut akan dibuka hingga 7 Agustus mendatang.

Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja berharap, proses pelaporan LHKPN ini diikuti secara jujur dan transparan oleh mereka yang ingin bersaing menjadi kepala daerah. Selain datang langsung ke KPK, pelaporan LHKPN juga bisa dikirim langsung dengan datang ke KPK atau via pos.

Nantinya, menurut dia, publik pun dapat turut mengakses LHKPN masing-masing peserta di laman acch.kpk.go.id. “Sehingga para pemilih dapat menjadikannya sebagai pertimbangan dalam memilih dan tidak memilih kucing dalam karung, karena bisa dikroscek antara kekayaan dan profil,” ujarnya. (yulian)