Friday, 16 November 2018

Diterjang Macet, Pemudik dan Pebalik Berendam di Garut

Sabtu, 25 Juli 2015 — 11:43 WIB
Foto-Pemudik dan pebalik memadati pancuran air panas di Garut.

Foto-Pemudik dan pebalik memadati pancuran air panas di Garut.

BANDUNG (Pos Kota) – Belasan ribu pemudik dan pebalik Lebaran ramai ramai berendam di air panas, Garut. Mereka spontan melakukan terapi kaki, setelah pegal dan linu menginjak  gas, rem dan perseneling ribuan kali saat kendaraanya diterjan macet.

Ribuan kendaraan mayoritas asal Jakarta memadati kantung kantung parkir, Cipanas alam Garut. Bahkan, hingga H+7, Sabtu (25/7) objek pemandian air panas masih dikuasai pebalik dari Jakarta.

“Pemandian air panas laris manis. Mereka beredam usai melakukan perjalanan mudik yang diuterjang macet belasan jam,“ kata Didin, pengurus air panas Garut. Berdasar catatan, lanjut dia, sejak lebaran hari kedua hingga tujuh hari pasca Lebaran, jumlah pengunjung hampir mencapai 20 ribu orang, dan 50 persenya asal Jakarta.

Pendapatan, dalam kurun waktu tersebut hampir mencapai Rp500 juta. “ Ini yang disebut hikmah di balilk kemacetan Lebaran,“ akunya sambil senyum.

Didin mengakui, angka kunjungan tertinggi ke Cipanas Garut pada posisi hari Lebaran ke tiga, empat, dan lima. Jumlah pengunjung rata rata 3.000 orang per hari dengan pendapatan Rp70 juta. “ Kami bersyukur masih banyak pemudik yang doyan berendam,“ tukasnya.

Air panas alam Garut, merupakan objek wisata pemandian yang banyak diminati pengunjung. Mereka sengaja datang ke Garut untuk berendam di dalam air yang sarat kadar belerang. “ Yang reumatik, saraf dan stroke, rata rata berendam di air panas  kaki Gunung Guntur,“ tandasnya.

Pada Lebaran tahun ini, pengunjung rata rata pemudik dan pebalik Lebaran yang sudah kelelahan melakulan perjalanan. Pegal dann linunya kaki usai bermain dengan gas, rem dan kopling, akan mendadak hilang jika dibawa berendam.

“ Pegal dan linu kaki terasa hilang setelah berendam. Tubuh serasa segar saat diceburkan ke kolam dan pancuran air panas berlerang,“ kata Toni,26, pebalik lebaran asal Karawang. (dono/yo)