Saturday, 15 December 2018

Ada Calon Tunggal, KPU Diminta Tak Gelar Pilkada Serentak

Minggu, 26 Juli 2015 — 19:25 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tidak melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2015 di beberapa daerah yang hanya diikuti hanya oleh calon tunggal.

“Untuk menghindari terjadinya calon tunggal sebaiknya KPU memperlonggar syarat untuk menjadi calon kepalada daerah,” tutur Muzakir, pakar hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang dihubungi, di Jakarta, Minggu (26/7).

Ia mengatakan munculnya fenomena calon tunggal karena syarat untuk menjadi calon kepala daerah terlalu ketat, dan aturan syarat itu dibuat karena dominasi partai politik (parpol), khususnya parpol besar.

Muzakir mengusulkan agar Presiden Joko Widodo membuat peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) bagi daerah yang terancam mengalami penundaan Pilkada karena hanya ada satu pasangan calon kepala daerah. Dengan Perppu tersebut, daerah dengan calon tunggal kepala daerah diharapkan tetap dapat melaksanakan pilkada.

Dihubungi terpisah, pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, berpendapat sama, bahwa Pilkada serentak 2015 agar ditunda jika hanya diikuti calon tunggal.

Ia menilai adanya calon tunggal dalam Pilkada, karena parpol secara beramai-ramai hanya mendukung petahana (calon yang sedang memerintah), yang diyakini akan menang dalam pilkada.

Karena itu, lanjut Siti, Pilkada harus mengikuti aturan main yang ada. Apabila aturan mainnya tak memungkinkan Pilkada dilanjutkan karena calonnya tunggal, konsekuensinya Pilkada ditunda.

Dalam peraturan KPU No.12 tahun 2015 disebutkan, jika hanya ada satu pasangan calon sampai batas akhir pendaftaran 28 Juli 2015 maka waktu pendaftaran akan diperpanjang selama 10 hari. Jika setelah waktu tambahan tersebut, tidak juga ada pasangan calon lain yang ikut mendaftar di Pilkada serentak, maka waktu pendaftarannya kembali diperpanjang selama tiga hari. Tidak ada pasangan calon lain yang mendaftar, maka pelaksanaan pilkada di daerah tersebut ditunda. (johara)