Monday, 23 October 2017

Atasi Macet Mulai dari Tertibkan Parkir Liar sampai Rekayasa Arus Lalulintas

Selasa, 28 Juli 2015 — 7:07 WIB
Arus lalulintas macet hampir nsetiap hari terjadi di Jakarta terutama di jalan protokol (toga)

Arus lalulintas macet hampir nsetiap hari terjadi di Jakarta terutama di jalan protokol (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Usai Lebaran,  Jakarta kembali didera kemacetan di hampir seluruh ruas jalan. Mengurangi dampak kemacetan tersebut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta  berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya berusaha mengurai persoalan tersebut. Penertiban parkir liar menjadi program sementara sebelum angkutan umum massal terujud seluruhnya.

Andiansyah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan agar seluruh suku dinas segera menertibkan parkir liar serta  mencabut pentil ban dilanjutkan. “Ini program sementara sampai penuntasan masalah sarana angkutan umum,” katanya, kemarin.

Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan kajian untuk meminimalisasi kemacetan dengan cara rekayasa lalu lintas pada titik titik tertentu..

“Mekanismenya setelah masuk ke dalam satu lokasi, nanti dikaji terlebih dahulu. Ketika titik A terjadi kemacetan, dicari tahu hambatannya apa. Setelah diketahui hambatannya apa, daerah-daerah di sekitarnya akan kami atur. Kalau kepadatannya terjadi karena penyempitan jalan, maka lampu merah di depan harus diperpanjang,” jelasnya.

Rekayasa lalu lintas merupakan solusi yang harus diambil jika terjadi kepadatan lalu lintas.

Selanjutnya, untuk mengatasi biang kemacetan adalah pembatasan jalur kendaraan roda dua atau motor. Motor dinilai masih menjadi penyebab kemacetan utama di beberapa titik. Belum lagi tingkat kecelakaan kendaraan bermotor juga dicatat paling tinggi.

“Dari hasil analisa kepolisian dicatat di jalur kecepatan tinggi seperti di Thamrin, tingkat kecelakaan motor sangat tinggi sebelum diterapkan aturan motor dilarang melintas. Maka harus diambil tindakan,” tandasnya.

Untuk itu, motor pun mau tidak mau harus melintasi jalur alternatif. Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan di jalur alternatif motor, Dishub menegaskan arus alternatif tersebut harus terus dilakukan penyelarasan.

Mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum dan menanggalkan kendaraan pribadi adalah cara yang paling ampuh menurut Dishub untuk mengatasi persoalan macet Jakarta.

“Yang menjadi PR pemerintah adalah bagaimana caranya agar kami menyiapkan kendaraan umum itu dengan baik, aman, dan terjangkau. Memang ini transisi yang kami harapkan agar masyarakat bisa mengerti. Pola umumnya adalah kami harus menyiapkan angkutan umum dan mengajak masyarakat mencintai kendaraan umum,” ujar  andriansyah.

Andriansyah berharap, pembangunan sarana angkutan massal seperti MRT, LRT dan busway segera tuntas. “Bila ini tuntas dan terintegrasi maka sebagian persoalan bisa diselesaikan. Selanjutnya bisa  ke tahap berikutnya seperti pembatasan usia kendaraan dan lainnya.(john)