Thursday, 20 September 2018

Lurah dan Camat Diperintahkan Tangkap Provokator

Wagub: Jakarta Timur Terbanyak Kasus Tawuran

Selasa, 28 Juli 2015 — 0:11 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan agar provokator atau pelaku tawuran antar-warga ditindak tegas. Lurah dan camat diperintahkan agar mampu menangkap pelaku maupun provokator untuk diserahkan ke polisi untuk memberi shock therapy terhadap warga lainnya.

“Jakarta Timur merupakan wilayah paling banyak terjadi kasus tawuran,” ujar Djarot pada acara rapat koordinasi penataan kota dan urbanisasi di kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (27/7).

Dari Januari 2015 hingga Juli, di wilayah yang dipimpin Walikota Bambang Musyawardana tercatat 23 tawuran antar-kampung. Adapun  peringkat kedua paling banyak tawuran terjadi di Jakarta Selatan.

Menyikapi masalah tersebut, Djarot meminta seluruh jajaran meliputi lurah, camat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk lebih  aktif melakukan tindakan preventif pada daerah yang menjadi pusat tawuran. “Memang pada kegiatan safari Ramadan beberapa waktu lalu, kami sudah mengunjungi daerah – daerah yang rawan tawuran dan sudah ada kesepakatan damai, namun ternyata kasusnya terulang lagi,” ujarnya.

Djarot berpendapat  tindakan antisipasi tawuran yang dilakukan oleh lurah dan camat saat ini belum maksimal, harus ditingkatkan lagi. “Sebab, kalau sedikit lengah saja, tawuran bisa terjadi lagi. Perlu ada tindakan hukum yang tegas untuk penyelesaian masalah tawuran di Jakarta Timur,” tambahnya. Menurutnya pimpinan wilayah agar mencari duduk permasalahan yang memicu tawuran secara turun-menurun. “Tangkap provokatornya, tangkap pelakunya, dan serahkan mereka ke polisi agar diproses hukum,” tandasnya.

Rapat penataan kota dan urbanisasi yang dilakukan di tiap wilayah dalam rangka meningkatkan pembangunan di masing-masing wilayah. Dalam hal ini para walikota diberi tenggat waktu hingga pertengahan Agustus 2015 untuk membenahi wilayahnya agar lebih tertib dalam segala hal. Jika kesempatan yang ada tidak dimanfaatkan dengan baik, maka pejabat walikota siap-siap distafkan oleh Gubernur Ahok. (Joko)

  • aboy

    gimana kalo yg suka tawuran di fasilitasi parang 1 orang 1, masukin ke ring, yang mati kasih buat makan macan, yang hidup tembak mati di tempat. kan mantap tuh buat ngurangin jumlah sampah.