Tuesday, 25 September 2018

Puluhan Hektar Sawah Kekeringan, Petani Rugi Ratusan Juta

Rabu, 29 Juli 2015 — 15:52 WIB
Foto-Sawah atau lahan pertanian di Kelurahan Semanan yang mengalami kekeringan akibat kesulitan air. (tarta)

Foto-Sawah atau lahan pertanian di Kelurahan Semanan yang mengalami kekeringan akibat kesulitan air. (tarta)

KALIDERES (Pos Kota) – Musim kemarau yang tengah melanda wilayah Jakarta, membuat puluhan hektar sawah atau lahan pertanian di wilayah Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) kekeringan. Akibatnya para petani penggarap mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat gagal panen.

Samat, 60, petani penggarap warga RT 07/03 Semanan mengaku selama 25 tahun menggarap sawah baru kali inimengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, akibat gagal panen. Lahan pertanian atau sawah yang ditanami padi seluas 20 hektar, kekeringan sehingga tanamannya mati atau layu.

“Tahun ini saya benar-benar apes, sudah 25 tahun menggarap sawah baru kali ini rugi ratusan juta rupiah. Tanaman padinya pada layu dan mati akibat kekurangan air, akibatnya gagal panen,” jelas Samat, saat ditemui di lokasi lahan pertaniannya, kemarin.

Kerugiannya tersebut karena telah mengeluarkan biaya baik untuk membeli bibit padi, pupuk, obat-obatan  dan juga membayar para pekerja yang mengerjakan sawah.  “Gimana nga rugi, hasil nol tapi pengeluaran banyak. Tapi ini juga dialami oleh petani penggarap lainnya, akibat musim kemarau yang membuat sulitnya mendapatkan air,” ucap Samat.

Dia berharap agar pemerintah dapat membantu petani penggarap yang mengalami kekeringan, dengan memberikan bantuan mesin pompa air untuk menyalurkan air dari kali ke sawah. “Air kali mengering, sehingga sulit dialirkan  karena sawah letaknya lebih tinggi. Dengan mesin pompa bisa disedot,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Barat, Renova Ida Siahaan menjelaskan terdapat  140 hektar areal persawahan di Jakarta Barat yang  tersebar di Kelurahan Semanan, Pegadungan dan Kelurahan Kamal.

“Seluruh lahan sawah tersebut pengairannya bukan dari irigasi yang sengaja dibuat pemerintah. Tapi, dari air saluran warga dan saluran yang ada di pinggir jalan atau sistem sawah tadah hujan, sehingga kalau musim kemarau kesulitan air,” jelas Renova.

Renova menghimbau agar para petani penggarap mengganti tanaman pada saat musim kemarau dengan tanaman yang tidak banyak memerlukan air, seperti sayur-sayuran yang cepat panen. (tarta/yo)