Saturday, 22 September 2018

Pasar Tidak Percaya, Rupiah Terus Melemah pada Dolar AS

Kamis, 30 Juli 2015 — 17:23 WIB
*ist

*ist

JAKARTA (Pos Kota) – Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, mengaku tidak kaget kalau nilai tukar rupiah melorot terus terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya di level Rp13.345 melemah ke posisi Rp13.370/dolar AS.

Menurut Ichsanuddin Noorsy kepada Pos Kota, Kamis (30/7) , ketidakpercayaan pelaku pasar dan investor makin menjadi-jadi, karena mereka melihat tidak ada upaya pemerintah memperbaiki fundamental ekonomi untuk mendongkrak kinerja perekonomian serta mengangkat usaha kecil menengah sebagai tulang punggung perekonomian.

Parahnya lagi. Di tengah ketidakpercayaan para pelaku dan investor di dalam negeri, bank sentral (The Fed) mengumumkan ke publik dunia bahwa sudah ada kemajuan kinerja di Amerika Serikat (AS), dengan ditandainya menurunnya tingkat pengangguran.

Selanjutnya akan dilakukan normalisasi. Artinya, bank sentral AS tersebut mengisyaratkan akan menaikkan tingkat suku bunga. Sehingga para pelaku pasar dan investor menarik portofolio atau investasinya.

“Banyak investasi yang hengkang dari Indonesia, sehingga nilai tukar rupiah akan terus tertekan,” jelasnya.

MASIH BATAS WAJAR

Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, menjelaskan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi sejak tahun lalu masih dalam batas wajar dan bisa diantisipasi oleh Bank Indonesia (BI).

“BI terus mengawasi¬† secara mendetail terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah di atas level Rp13.000-an per dolar AS. Situasi saat ini masih belum dalam kondisi mengkhawatirkan,” katanya.

Menurutnya, rupiah memang cenderung undervalued akibat terus menerus melemah, karena banyak faktor ketidakpastian, misalnya krisis ekonomi di Yunani serta pengaruh ekonomi AS.

Pemerintah sendiri juga membantu BI dalam memantau pergerakan rupiah dalam batas yang acceptable dengan memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan agar fundamental ekonomi tetap terjaga. (setiawan)