Thursday, 19 September 2019

Selama 2015, Terjadi 133 Kebakaran di Jakbar

Jumat, 31 Juli 2015 — 18:29 WIB

KEMBANGAN (Pos Kota) – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian atas kasus kebakaran. Di Jakarta Barat (Jakbar) sejak Januari-Juli 2015 terjadi 133 kasus kebakaran, yang menyebabkan kerugian mencapai Rp 61,7 miliar lebih.

“Kami minta masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati akan kasus kebakaran, apalagi ini musim kemarau yang rawan akan kebakaran,” jelas Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakbar, Pardjoko, kemarin.

Dari 133 kasus kebakaran tersebut terjadi di delapan wilayah kecamatan di Jakbar. Dari kejadian tersebut, paling banyak disebabkan akibat korsleiting listrik yaitu 99 kasus. Lainnya akibat kompor gas meledak, rokok, pembakaran sampah dan lain-lain. “Dari delapan kecamatan, paling banyak kasusnya di Kecamatan Cengkareng, disusul Kebon Jeruk dan Tambora,” kata Pardjoko.

Dikatakan, padatnya pemukiman menjadi salah satu kendala dalam mengatasi musibah kebakaran. Ditambahk dengan kondisi lalu lintas yang padat dan ramai, sehingga membuat kesulitan mobil pemadam melintas. “Guna mengatasinya kami akan membuat tendon-tandon air bawah tanah di lahan aset milik Pemprov DKI Jakarta yang dekat dengan hunian padat penduduk, sehingga memudahkan warga melakukan langkah pencegahan,” ucapnya. (tarta)