Sunday, 21 July 2019

Ahok Banyak Coret Proyek Penyerapan APBD jadi Rendah

Sabtu, 1 Agustus 2015 — 7:44 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Memasuki semester II tahun anggaran 2015 atau per 29 Juli 2015, penyerapan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 masih 19,21 persen atau sebesar Rp 12,22 triliun dari total belanja daerah sebesar Rp 63,65 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pihaknya bakal menggenjot penggunaan anggaran di APBD Perubahan 2015.

“Kenapa bisa (serapan rendah) seperti itu, karena mereka (SKPD DKI) enggak mau masukin harga satuan dan saya paksakan pakai e-budgeting. Tahun 2015 kami sudah mulai isi anggaran pakai e-budgeting, tapi harga satuannya benar enggak? E-musrenbangnya benar enggak? Enggak benar,” katanya di Balai Kota, Jumat (31/7).

Sebab itu, Ahok banyak mencoret anggaran yang tidak benar itu dan dialihkan ke program lain dalam APBD Perubahan 2015.

Ahok  mengatakan, penyusunan program unggulan dalam APBD 2016 sudah sesuai musrenbang. Program unggulan dalam APBD 2016 itu merupakan pokok pikiran Pemprov DKI, hasil reses DPRD DKI, serta usulan masyarakat.

“Jangan sampai nanti beli pesawat dan helikopter boleh asal buat sekolah. Saya mau buat perincian pendidikan, jangan sampai meleset lagi deh,” kata Basuki.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta, total nilai APBD DKI Jakarta sebesar Rp 69,28 triliun. Angka itu dibagi menjadi dua yaitu belanja daerah sebesar Rp 63,65 triliun dan dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp 5,63 triliun.(John)