Monday, 26 August 2019

Serapan APBD DKI Rendah Ahok: Memang Saya Potong

Senin, 3 Agustus 2015 — 23:45 WIB

JAKARTA  (Pos Kota) – Gubernur Ahok  mengakui penyerapan APBD tahun ini masih rendah.  Tetapi,  ia optimistis dalam APBD Perubahan nanti bisa dimaksimalkan.

Menurut Ahok, tidak maksimalnya penyerapan anggaran karena tidak disusun dengan harga satuan yang benar. Sedangkan  pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) Perubahan sudah diperbaiki dan direvisi.

“Sudah saya revisi, kemarin disusun dengan harga satuan yang tidak benar, tidak disusun dengan e-musrenbang, masih ada permainan,” ucapnya di Balai Kota DKI, kemarin.

Ia menambahkan, banyak anggaran yang dibatalkan. Salah satu yang disoroti yakni mengenai pembangunan gelanggang olahraga (GOR).

PENGGELEMBUNGAN
HARGA

Dalam APBD diajukan sebesar Rp48 miliar. Namun setelah dihitung ulang pembangunan hanya membutuhkan anggaran Rp 25-35 miliar. Ahok menilai adanya kesengajaan untuk menggelembungkan harga.

“Artinya dulu ada kecenderungan sengaja mahalin, sengaja desain dibuat aneh-aneh supanya mengkin ada fee. Saya batalin,” tegas Ahok.

Ahok mengaku tidak mempermasalahkan minimnya penyerapan anggaran. Ia lebih mementingkan menyelamatkan uang negara, sehingga tidak ada penggelembungan harga. “Buat saya bukan soal serap anggaran. Karena APBD 2015 memang saya potong,”  tegasnya.

E-MUSRENBANG

Agar tidak terjadi hal serupa pada 2016, dalam penyusunan APBD akan dimulai dengan e-musrenbang. Selain itu, untuk pembangunan berbagai fasilitas publik akan menggunakan sistem rancang bangun.

Ahok juga menampik rendahnya penyerapan anggaran ini lantaran ketakutan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menggunakannya. Alasannya justru karena sengaja dihentikan karena diduga adanya penggelembungan harga.

“Ini bukan ketakutan SKPD, tapi kita stop. Karena SKPD sudah saya ancam bagaimana bisa bikin sekolah, bikin GOR sampai Rp 40-50 miliar. Bikin taman misalnya sampai Rp100 miliar satu wilayah. Daripada ngaco saya tarik,” tandas Ahok. (johny)

  • pohan

    AHOK jago ngeles: Yang nyusun APBD adalah pemda dibawah piminan Gubernur kemuidian dibahas dan disetujui/ditandatangan oleh DPRD dan GUBERNUR utk dilaksanakan oleh SKPD. Kenapa baru skrg Gubernur kritisi APBD?