Sunday, 24 September 2017

Dugaan Korupsi 21 Gardu Listrik

Dahlan Menangkan Praperadilan, Kejati DKI Tetap Lanjutkan Kasusnya

Rabu, 5 Agustus 2015 — 19:11 WIB
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Adi Toegarisman memastikan putusan praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta. Selatan atas nama Dahlan Iskan bukan akhir dari segalanya, tetapi justru awal untuk menindaklanjutinya.

“Kamu sudah punya bukti untuk menetapkan (Mantan Meneg BUMN Dahlan Iskan yang juga Mantan Dirut PLN)  sebagai tersangka (dalam kasus penggadaan 21 Gardu Listrik Jawa-Bali-Nusatenggara)” kata Adi mengajukan alasan saat ditemui di Kejati DKI Jakarta, Rabu (5/8).

Namun demikian, masih kata Adi hakim berpendapat lain,  pihaknya selaku jaksa (tim penyidik) sangat menghormati putusan hakim praperadilan PN Jakarta Selatan tersebut.

“Saya belum dapat menanggapi lebih jauh mengingat sampai kini belum terima putusan secara tertulis. Nanti, kita lihat putusan itu apa sudah masuk substansi perkara apa sudah menyentuh, atau umum pasal 1 angka 2 KUHAP,” ujarnya.

Walau begitu, dia mengisyaratkan institusinya akan selalu mengembangkan fakta hukum dan bukti yang sudah dikembangkan selama ini. “Perkara ini kan satu kesatuan yang utuh, 10 (terdakwa) sidang, lima (tersangka)  penyidikan. Kita melihat utuh perkembangan yang ada, artinya penanganan gardu induk terus berlanjut.”

Selain itu, tambah Kajati DKI putusan praperadilan ini masih belum menyentuk pokok perkara, ini masih belum substansi perkara.

Seperti diketahui hakim tunggal Lendriaty Janis mengabulkan praperadilan atas permohonan Dahlan soal penetapan sebagai tersangka  kasus dugaan korupsi dalam pembangunan 21 gardu induk di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Lendriaty beralasan Sprindik (Surat Perintah Penydikan), 5 Juni 2015 yang menetapkan Dahlan sebagai tersangka tidak sah, karena dua alat bukti yang semestinya diperoleh oleh penyidik sebelum dikeluarkannya Sprind  tidak terpenuhi. Pencarian bukti, lanjutnya, justru dilakukan setelah tersangka ditetapkan. (ahi)