Sunday, 23 September 2018

Tiongkok Siap Gantikan Indonesia Sebagai Tuan Rumah AG 2018

Kamis, 6 Agustus 2015 — 9:29 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Tiongkok siap mengambil alih tuan rumah Asian Games 2018 jika Indonesia mundur. Sebab, sejauh ini Kemenpora belum juga menyetorkan dana garansi sebagai tanda keseriusan Indonesia menjadi tuan rumah sebesar 2 juta dolar AS kepeda OCA (Olimpic Counsil Asia). Pembayaran itu seharusnya dilakukan 6 bulan setelah teken kesanggupan sebagai tuan rumah.

Di lain pihak, penerapan sistem dana swakelola yang diterapkan pemerintah pada panpel Asian Games 2018, dinilai terlalu riskan dan berdampak negatif terhadap pelaksanaan pesta olahraga negara-negara Asia itu.

“Kalau tetap menggunakan dana swakelola lebih baik Asian Games 2018 dibatalkan saja. Itu rawan terjerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” tegas Hifni Hasan di Jakarta, kemarin

Menurutnya masalah utama yang dihadapi panpel dengan sistem dana swakelola yakni keterlambatan penyediaan perlengkapan dan peralatan penyelenggaraan serta kebutuhan panitia pelaksanaan Asian Games 2018.

“Bagaimana bisa menyelesaikan permasalahan penyediaan peralatan dan perlengkapan serta membiayai kegiatan panitia jika harus mengajukan proposal lebih dulu untuk mendapatkan dana. Ini kan memakan waktu panjang,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, kata Hifni, pada Rapat Koordinator Komisi (COCOM) Asian Games 2018 dipimpin Wakil Presiden OCA (Komite Olimpiade Asia), Wei Ji Zhong di Jakarta, Maret lalu, memutuskan agar panitia Asian Games memiliki rekening khusus bukan atas nama KOI atau Kemenpora.

TAK ADA DANA MASUK
“Rekening itu telah dibuka tetapi tidak ada sepeser pun dana yang masuk. Harusnya dana pelaksanaan Rp381 miliar itu harus masuk di rekening khusus tersebut,” katanya.

“Semua ini terjadi karena tidak ada rapat panitia sekali pun setelah Keppres Asian Games 2018 turun,” jelas Hifni.
Tidak adanya dana dalam rekening itu membuat posisi panitia kini semakin riskan. Wei Ji Jhoung akan datang lagi ke Jakarta, 9-11 Agustus 2015 untuk melihat sejauh mana pelaksanaan keputusan hasil Cocom pertama.

“Menjalankan pelaksanaan keputusan Cocom itu kan sebagai bukti keseriusan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Bagaimana jika dia mengetahui tidak ada dana dalam rekening itu?” tanya Hifni. (prihandoko/si)