Sunday, 22 July 2018

Bank Penyalur Kredit Diberi Subsidi Bunga 3-12 Persen

Sabtu, 8 Agustus 2015 — 13:37 WIB
Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro,

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro,

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah memberi subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3-12 persen terhadap bank pelaksana penyalur kredit untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Subsidi bunga diberikan kepada bank pelaksana yang ditunjuk Menko Perekonomian selaku ketua Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” kata Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, Sabtu (8/8).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/PMK 05/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Subsidi Bunga untuk Kredit Usaha Rakyat pada 30 Juli 2015.

Sesuai Pasal 4 No 146/PMK 05/2015 dijelaskan pembayaran subsidi bunga yang dilaksanakan melalui kerja sama pembiayaan KUR yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ditetapkan Menteri Keuangan dengan Bank Pelaksana KUR yang ditunjuk Menko Perekonomian.

Sedangkan plafon penyaluran KUR yang ditetapkan Komite Kebijakan dan Outstanding KUR yang masih berjalan merupakan batas tertinggi dasar perhitungan pembayaran subsidi bunga. Jika ada selisih lebih dari penyaluran KUR yang melampaui plafon penyaluran tahunan, tidak mendapatkan subsidi bunga.

Besaran subsidi bunga yang dibayarkan kepada bank pelaksana adalah kredit mikro sebesar 7 persen/tahun, kredit ritel 3 persen/tahun dan kredit Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebesar 12 persen/tahun.

Menurut Pasal 8 ayat 1 PMK No 146/PMK.05/2015, pembayaran subsidi bunga dilakukan berdasarkan besaran subsidi bunga dikalikan outstanding KUR dari waktu ke waktu. ‚ÄúPeraturan Menteri ini berlaku pada tanggal diundangkan. 30 Juli 2015,” terang Bambang. (setiawan)