Monday, 23 October 2017

Kisah-kisah Tragis Sang Wanita Cantik

Sabtu, 8 Agustus 2015 — 3:35 WIB
DK Agustus 8

WAJAH cantik, tubuh seksi, pintar dan murah senyum. Yang kayak begini, kemana saja melangkah, semua urusan menjadi gampang. Mau jadi artis, silakan kalau punya bakat. Mau jadi pegawai di perusahaan, menjadi wanita karier juga oke-oke saja.

Atau mau di rumah saja, menjadi wanita baik-baik? Syukur kalau dapat suami sukses. Dia tinggal mendukung suami, mengurus anak-anak. Menjadi ratu cantik dan bijaksana, mejaga harkat dan martabat keluarga. Ini mimpi indah, bagi setiap wanita. Bukan begitu?

Nah, masih bicara wanita cantik. Belakangan ini, yang cantik-cantik, menjadi berita top di media massa. Tapi sayang, mereka adalah korban dari berbagai kasus pembunuhan. Ada wanita cantik tewas di tempat kos, yang belakangan diketahui korban dibunuh oleh pelanggannya. Memang ini berita nggak enak bagi si cantik.

Bayangkan, sebelumnya wanita ini dikenal oleh keluarga, tetangga dan kerabatnya sebagai mahasiswi dan pegawai. Tapi ternyata dia juga sebagai wanita panggilan yang menjajakan dirinya melalui internet?

Berita yang masih anyar seorang wanita, asisten presiden direktur satu perusahaan besar, juga dihabisi oleh lelaki dekatnya, di sebuah kamar hotel di Garut. Kasus ini terjadi sejak 8 bulan silam, dan baru terungkap. Seperti kata pepatah, serapat-rapatnya menutup bangkai, pasti akan tercium baunya juga.

Masih bicara soal wanita cantik. Ada yang jadi istri-istri para pejabat. Tapi sayang, mereka jadi istri yang kesekian, atau disebut ‘istri muda’

Memang nggak boleh jadi istri muda? O, ya boleh-boleh saja, dong. Yang penting, nikah secara sah. Yang nggak boleh, bagi lelaki Muslim, beristri lebih dari empat.
Sebenarnya asyik-asyik saja jadi istri kedua atau ketiga, keempat kalau suami pejabat atau pengusaha kaya raya. Jadi semua kebutuhan pokok dipenuhi oleh sang suami. Rumah, mobil dan uang belanja yang cukup?

Nah, yang menjadi nggak asyik, ketika terungkap bahwa lelaki yang berpoligami itu ternyata koruptor?

Si wanita cantik, yang semula adem ayem, menikmati indahnya dunia, tiba-tiba ikut-ikutan terseret. Orang luar baru terkaget-kaget. O, ternyata dia ‘simpenan’ pejabat koruptor? Pantes! Hemmm, kasihan si cantik! –massoes