Friday, 24 November 2017

Harga Daging Diduga Mahal Karena Pertenak Tahan Sapi untuk Idul Adha

Senin, 10 Agustus 2015 — 6:39 WIB

BOGOR (Pos Kota) – Hilangnya daging sapi di pasaran sebagai dampak dari mogoknya para penjual, membuat warga kesulitan.Pedagang daging  mogok jualan di sejumlah pasar tradisional di Kota dan Kabupaten Bogor ini, selama tiga hari  sebagai bentuk protes pada pemerintah karena tidak mengendalikan harga daging sapi yang menembus harga diatas seratus ribu rupiah/kilonya.

“Mogok jualan pedagang daging sapi berlangsung hari ini Minggu.Kami protes karena harga daging sapi sudah menembus Rp120 hingga 140 ribu/Kg. Lalu berapa kami jual ke  konsumen,”kata Husen 42, pedagang daging Pasar Bogor.

Mogok jualan ini,diikuti pedagang di seluruh pasar tradisional di Jabodetabek.Selain pedagang, himpunan pemotong hewan juga melakukan mogok.

“Ini bentuk protes dan kekecewaan kami. Kami tidak mendapatkan kepastian harga daging sapi yang saat ini sudah tidak rasional lagi. Bahkan terkesan terus naik,”papar  Rizky 41, anggota himpunan pedagang daging di pasar Cibinong.

Rasa kasihan kepada konsumen, penjual sempat tidak mau menaikkan harga, namun mereka mengalami kerugian.”Kasihan konsumen, kita merugi. Kita naikan, ada rasa beban ke konsumen. Serba salah,”paparnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Mangahit Sinaga menduga, penyebab semakin mahal dan tingginya harga jual daging sapi di pasaran karena ditahan oleh masyarakat pemilik sapi ternak.

“Ada dugaan karena sebentar lagi Idul Adha, pemilik sapi lebih memilih bertahan tidak menjual dan akan dikeluarkan untuk sapi kurban,”kata Sinaga.

Karenanya, ungkap dia, seharusnya harga daging sudah mulai turun setelah Idul Fitri, karena saat itu harga daging dibawah Rp100 ribu. “Dulu, sepuluh hari setelah lebaran harga daging sapi dibawah Rp100 ribu. Kalau ini naik. Saya minta pemilik sapi jangan menahan, karena kalau pemerintah import daging, maka harga sapi mereka akan turun drastis,”papar Sinaga.

Langkah antisipasi, untuk stabilkan harga daging, pihaknya sudah menyampaikan surat ke kementerian.

Untuk Kota Bogor, Sinaga mengaku, setiap harinya sekitar 150 ekor sapi di potong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).  (yopi)

  • Rick

    Sederhana saja. saya kira, departemen perdagangan (pemerintah) dapat segera menentukan batas harga maksimum daging sapi perkilo, dan menetapkan pidana kepada para pedagang atau pengumpul (tengkulak) yang melanggar batas ambang harga.