Friday, 20 September 2019

Harga Rp 130 Kg/Kg, Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan

Senin, 10 Agustus 2015 — 9:32 WIB
Foto-Kondisi los daging di Pasar Bata Putih, Kebayoran Lama, Jaksel yang kosong karena pedagang mogok berjualan. (Rachmi)

Foto-Kondisi los daging di Pasar Bata Putih, Kebayoran Lama, Jaksel yang kosong karena pedagang mogok berjualan. (Rachmi)

TEBET (Pos Kota) – Kalangan pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Selatan mulai Minggu (9/8) mogok berjualan lantaran kesal harga daging sapi masih tinggi Rp130.000/kg. Mereka mendesak pemerintah kembali membuka keran sapi impor untuk menstabilkan harga.

“Kami kesal karena setelah lebaran harga daging sapi malah naik terus,” kata Gufron, pedagang daging sapi di Pasar Tebet.

Menurut Gufron, sebelum Ramadhan harga daging sapi stabil di kisaran Rp110.000/kg dan saat Lebaran Rp140.000/kg.

Seharusnya pasca tiga minggu Lebaran, pasaran daging sapi turun di harga Rp110.000/kg. Disebutkan Gufron dari Dharma Jaya, harga daging sapi dibandrol sekitar Rp125.000/kg. Praktis pedagang mengambil untung Rp5.000/kg.

Mahalnya harga daging sapi dipicu kebijakan pemerintah yang mengurangi impor sapi menjadi 50.000 ekor dari sebelumnya 250.000 ekor per tahun. Pemerintah berasumsi peternak sapi lokal dapat memenuhi kebutuhan pasar.

“Kenyataannya pasokan sapi lokal tidak berkutik, sehingga konsumen tak terlayani akibatnya harga daging sapi terus naik,” ungkap Gufron.

Sehari-harinya Gufron yang dibantu 3 anak buah menjual 150 kg daging sapi dan 50 kg tulang iga. Di Pasar Tebet ada 6 pedagang daging sapi yang rencananya akan mogok selama 4 hari.

Di Pasar Bata Putih, Kebayoran Lama hanya ada satu pedagang daging sapi yang mogok dan daging kambing. Sedangkan di Pasar Pondok Indah hanya ada satu pedagang daging beku.

(rachmi/sir)