Sunday, 22 September 2019

Tukang Bakso Berharap Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Segera Berakhir

Selasa, 11 Agustus 2015 — 7:52 WIB
Feri, penjual bakso di Blok M, Kebayoran Baru, Jaksel. (Rachmi)

Feri, penjual bakso di Blok M, Kebayoran Baru, Jaksel. (Rachmi)

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Kalangan pedagang bakso berharap aksi mogok berjualan oleh pedagang daging sapi dapat segera berakhir. Jika mogok berlanjut, pedagang bakso bakal gigit jari karena stok daging hanya untuk tiga hari.

“Saya nyetok daging sapi sejak Minggu (9/8) dan cukup untuk Selasa (11/8). Kalau pedagang daging masih mogok, Rabu (12/8) terpaksa libur dan rugi,” kata Heri, pedagang bakso di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Heri menjelaskan sejak Sabtu (8/8) sudah diinfokan pedagang sapi terkait mogok dagang. Spontan saja ia memborong daging sapi untuk kebutuhan dagang selama 3 hari.

Jika di pasaran daging sapi dijual Rp130.000/kg, Heri membeli di pedagang langganannya di Pasar Cipete Rp110.000/kg. Sehari-harinya Heri membeli 7 kg daging sapi..

“Saya mendukung aksi mogok pedagang daging supaya pemerintah turun tangan. Harga daging mahal membuat modal saya terkuras,” jelas Heri yang omset per hari berkisar Rp2,5 juta – Rp 3 juta.

Seperti diketahui pedagang bakso sangat tergantung dengan daging sapi. Sebab hampir 90 persen bakso yang dijual di pasaran terbuat dari daging sapi . Bahkan termasuk kuahnya jika tidak menggunakan kaldu daging sapi tentu kurang enak. (Rachmi)