Monday, 11 December 2017

Dana Desa : Tingkatkan Ekonomi Rakyat atau Kepala Desanya?

Kamis, 13 Agustus 2015 — 5:23 WIB

KATA Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Dana Desa bisa meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan. Sebab dengan pembangunan infrastruktur sektor ekonomi bisa bergerak. Tapi jika kadesnya ijo mata melihat duit ratusan juta, justru yang meningkat ekonominya Pak Kades. Soalnya di banyak kasus, Pak Kades suka erosi iman melihat dana melimpah dari pemerintah.

Sesuai dengan UU Desa, setiap desa bakal menerima dana desa setiap tahun, dengan jumlah berfariasi tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk. Dulu pernah disebutkan bahwa setiap desa akan menerima Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar. Tapi karena kemampuan Negara terbatas, panyalurannya baru sekitar ratusan juta saja, dengan diberikan secara bertahap. Tahap I bulan April sebesar 40% (empat puluh persen); b. tahap II pada bulan Agustus sebesar 40% (empat puluh perse); dan tahap III pada bulan Oktober (sebelumnya November) sebesar 20% (dua puluh persen).

Kades warisan jaman Belanda, jarang yang nawaitunya membangun desa dan rakyatnya. Kebanyakan hanya untuk mencari kekayaan, memperluas sawahnya. Soal pembangunan desa, itu nomer sekian. Jalan hancur, saluaran air rusak, bodo amat. Yang penting warga ngurus KTP dan surat pindah dilayani dengan baik. Itu saja.

Lurah atau Kades mental demikian masih banyak, meski jaman Belanda sudah lama berlalu. Dengan adanya “duit enak” dari Negara yang mulai turun bulan ini, dikhawatirkan banyak Kades yang justru menggunakannnya untuk kepentingan pribadi. Maka aturan dari pemerintah diperketat. Dana baru akan turun asal sudah punya proposal proyek secara jelas. Dengan cara demikian diharapkan dana desa bisa mensejahterakan rakyatnya, bukan sang Kades.

DPR pernah meramalkan, mulai 2015 bakal banyak Kades yang terjerat kasus. Bisa karena dia sengaja korupsi,bisa pula karena tak bisa bikin pembukuan. Akhirnya, karena pengeliuaran tidak jelas dia didakwa korupsi dan akhirnya masuk penjara. – gunarso ts

  • ahmad rosyadi

    sederhananya, dana desa di cairkan melalui proses yg sangat lumayan panjang, kemudian dri segi pembelanjaan dana desa di dampingin oleh pendamping desa bahkan dengan dinas terkait, jadi kemungkinan besar agak sulit dan agak ribit kepala desa memanipulasi keuangan dana desa tersebut.

  • Aurel Malinda

    terus di awasi pak jangan hanya penyaluranyasaja tapi hasi dari dana desa kalau bisa di perhatikan benar atau tidaknya