Sunday, 23 September 2018

Pedagang Tolak Larangan Impor Pakaian Bekas

Kamis, 13 Agustus 2015 — 9:50 WIB

SENEN (Pos Kota) – Sejumlah pedagang pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat, menolak keras terhadap larangan import pakaian bekas yang dilakukan Menteri Perdagangan. Lantaran, peraturan tersebut sebagai bentuk usaha mematikan mata pencarian jutaan pedagang pakaian bekas.

“Penjualan pakaian bekas sudah ada sejak 30 tahun lalu, dan sampai saat ini ada sekitar jutaan para penjual pakaian bekas di seluruh Indonesia. Maka bila larangan ini tidak dicabut, akan terjadi penambahan pengangguran dan juga peningkatan kriminalitas,” terang Sudirman Tampubolon, jubir Persatuan Pedagang Pedagang Bekas Seluruh Indonesia.

Ditambahkannya, salah satu dasar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang larangan impor pakaian bekas tersebut tentang bakteri terlalu ironis. “Karena selama ini tidak ada laporan pembeli pakaian bekas meninggal akibat bakteri, dan kalau pun benar adanya pastinya yang meninggal lebih dulu itu penjualnya,” ungkapnya.

Keberadaan pakaian besar saat ini, sambung Sudirman pada sesungguhnya dapat dijadikan sebagai alternative bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sandang. “Sebab pakaian baru biasanya bisa dibeli masyarakat kalangan menengah ke atas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun meminta Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan kembali rencana dibuatnya Kepres larangan peredaran baju bekas. “Karena masih banyak cara lain dalam melakukan larangan barang bekas, seperti mobil, kereta api dan lain sebagainya,” ungkapnya.

(deny/sir)